SAMPIT – Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur mengadakan acara syukuran bersama para pengurus DAD, perwakilan perusahaan, serta para damang, pada Senin, 12 Agustus 2024. Acara yang berlangsung dengan penuh keakraban ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara lembaga adat Dayak, masyarakat, perusahaan, dan pihak-pihak terkait lainnya.
Namun, acara syukuran ini sebenarnya mengalami perubahan dari agenda awal yang direncanakan sebagai upaya mediasi antara Damang Tualan Hulu, YN, dengan PT Hutanindo Agro Lestari (HAL).
Mediasi ini terkait dengan permasalahan yang terjadi di wilayah Tualan Hulu. Hal ini dikonfirmasi oleh Ketua Umum DAD Kotim, Halikinnor, yang disampaikan melalui Wakil Ketua V DAD Kotim, Gahara.
“Kami awalnya merencanakan mediasi atas dua laporan yang diterima dari Damang Tualan Hulu dan PT Hutanindo Agro Lestari (HAL) terkait permasalahan yang terjadi di Tualan Hulu,” ungkapnya, Selasa, 13 Agustus 2024.
Namun, rencana tersebut batal dilaksanakan karena salah satu pihak yang bersangkutan tidak dapat hadir karena berada di luar daerah.
Gahara menambahkan bahwa karena mediasi tidak dapat dilaksanakan, acara tersebut kemudian dialihkan menjadi syukuran untuk pengurus DAD Kotawaringin Timur periode 2024-2029.
“Dengan adanya surat tugas dari Ketua Umum DAD Kotawaringin Timur, Halikinnor, kami telah membentuk tim mediasi untuk menangani permasalahan ini,” jelasnya.
Dalam persiapannya, DAD Kotim telah melakukan berbagai langkah, termasuk memanggil kedua belah pihak, mengecek langsung lokasi yang menjadi objek sengketa, melepas hinting adat, dan melakukan proses mediasi. Meski demikian, karena YN, salah satu pihak yang terkait, berada di luar daerah, proses mediasi harus ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
“Jadi, meskipun awalnya kegiatan ini direncanakan untuk mediasi, hari ini kami memfokuskan pada syukuran dan pertemuan pengurus DAD Kotawaringin Timur. Namun, kami tetap berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan antara perusahaan dan YN secepat mungkin,” benernya.
Lebih lanjut, Gahara menjelaskan bahwa DAD Kotim sangat berharap permasalahan ini dapat diselesaikan secara damai melalui dialog dan mediasi yang adil. “Kami telah berkomunikasi dengan YN, dan yang bersangkutan juga menginginkan adanya perdamaian. Namun, bagaimana bentuk perdamaian itu masih akan dibahas lebih lanjut setelah pertemuan berikutnya,” ujar Gahara.
Gahara juga menegaskan bahwa Ketua Umum DAD Kotim, Halikinnor, sangat berharap agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak menimbulkan konflik lebih lanjut di kemudian hari.
“Ketua Umum DAD Kotim sangat menekankan pentingnya menyelesaikan masalah ini segera, agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar di masa depan,” tegasnya.
Selain itu, Gahara juga mengungkapkan bahwa acara syukuran ini memiliki tujuan lain, yaitu untuk memperkuat solidaritas dan kekompakan di antara para anggota dan pengurus DAD Kotim.
“Kita berharap acara syukuran ini bisa menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas dan kerjasama di antara kita semua, terutama dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan adat di Kotim,” tutupnya.
(gus/matakalteng)




















Discussion about this post