SAMPIT – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Hawianan menyebutkan angka kemiskinan di wilayah tersebut cukup tinggi. Penganan kemiskinan itu harus dilakukan oleh semua pihak yang terkait.
“Kalau kami ini melaksanakan tugas dampak setelah miskin. Sedangkan upaya-upaya untuk mengurangi angka kemiskinan harus sinergitas antar instansi, baik itu, provinsi, kabupaten, juga pusat, saling kolaborasi, harus sejalan semua,” katanya, Selasa, 13 Agustus 2024.
Disebutnya, tingginya tingkat kemiskinan di wilayah ini salah satunya juga karena adanya pendatang dari Pulau Jawa. Mereka datang kesini berniat mencari kerja, namun. Nyatanya pekerjaan tak kunjung di dapat hingga akhir terlantar karena kehabisan uang.
“Kami membantu menangani orang yang terlantar atau tidak dapat kerjaan lalu memulangkan, atau kami juga mencoba mencarikan pekerjaan, sekedar untuk memenuhi kebutuhannya,” tuturnya.
Lanjutnta, upaya penanganan kemiskinan juga harus dilakukan juga oleh dinas terkait lainnya dengan program yang ada disetiap dinas. “Mungkin kalau di dinas lain apa programnya untuk mengatasi kemiskinan ini. Jadi harus bersinergi seluruhnya,” ucapnya.
Diakuinya angka kemiskinan di wilayah ini masih cukup tinggi mencapai 26.570 jiwa. Karena itu, sinkronisasi ulang data di rasa perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, sebab menurut data kemiskinan bersifat dinamis.
“Data itu dinamis, jadi petugas lapangan dari pendamping sosial itu setiap saat akan menilai. Tapi perlu diingat data yang ada sekarang itu diambil 2 tahun yang lalu, sehingga kita harus update terus,” tandasnya.
Melihat tingkat kemiskinan di Kotim yang cukup tinggi, Hawianan menyebut tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah, perlu ada percepatan dari inovasi, sehingga bisa mendatangkan anggaran anggaran dari provinsi maupun pusat.
“Data yang pasti harus kita sampaikan, sehingga baru kita meminta. Ternyata ada dari pusat, tapi terbatas, kita juga harus lengkapi dengan data yang harus lebih akurat,” tutupnya.
(dev/mata kalteng)



















Discussion about this post