SAMPIT – Seorang waria bernama Abu Zirin, yang dikenal dengan nama panggilan Ririn, ditemukan tewas di dalam salon miliknya yang berlokasi di Jalan Iskandar, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Mayata Ririn ditemukan pada Selasa pagi sekitar pukul 07.20 wib, sehingga menghebohkan warga sekitar. Jasad Ririn ditemukan dalam kondisi sudah membusuk, setelah tidak terlihat selama empat hari.
Kejadian ini bermula ketika warga sekitar merasa curiga dengan aroma tidak sedap yang tercium sejak dua hari sebelumnya. Namun, mereka tidak menyangka bahwa bau tersebut berasal dari jasad Ririn yang sudah meninggal di dalam salonnya.
Warga kemudian memutuskan untuk mengecek keadaan salon, yang akhirnya mengungkap keberadaan mayat Ririn yang sudah dalam kondisi membengkak dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat.
Ririn ditemukan dalam posisi terlentang di dalam salonnya, yang juga merupakan tempat usahanya sehari-hari. Menurut beberapa warga yang mengenal Ririn, terakhir kali mereka melihatnya sekitar empat hari yang lalu. Tidak ada yang mengira bahwa ketidakhadiran Ririn selama beberapa hari terakhir ternyata karena ia sudah meninggal dunia.
Salah satu warga, Ridwan, menyatakan bahwa Ririn selama ini dikenal memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik. Dugaan awal menyebutkan bahwa Ririn meninggal dunia akibat komplikasi dari penyakit yang dideritanya, karena di lokasi kejadian ditemukan obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengontrol diabetes atau gula darah tinggi.
“Ririn memang sudah lama menderita diabetes. Kami sering melihatnya mengonsumsi obat-obatan untuk penyakitnya itu. Mungkin dia meninggal karena sakitnya kambuh dan tidak ada yang mengetahuinya,” ujar Ridwan, salah satu warga yang sering berinteraksi dengan korban. Selasa, 13 Agustus 2024.
Saat ini, jasad Ririn dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Murjani Sampit untuk dilakukan visum. Pihak kepolisian setempat juga telah menangani kasus ini dan memasang garis polisi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) untuk menjaga agar lokasi tersebut tidak dirusak.
Hingga berita ini dinaikan belum diketahui pasti penyebab kematian waria tersebut, hingga saat ini belum ada komentar pihak Kepolisian.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post