SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengakui pembangunan di wilayahnya belum maksimal. Hal ini dikarenakan saat masa kemimpinannya menanggung beban dan harus diselesaikan.
“Siapapun nanti Bupati Kotim akan bisa lebih berbuat banyak jika dibandingkan dengan saat ini. Karena beban daerah sudah selesai,” katanya, belum lama ini.
Itu ia sampaikan saat kunjungan kerja ke Desa Rasau Tumbuh Kecamatan Kota Besi. Dirinya juga meminta maaf kepada warga setempat karena belum dapat meningkatkan jalan yang ada di wilayah itu. Hal ini karena keterbatasan anggaran.
Ia mengakui pada masa kepimpinannya ini pembangunan daerah belum maksimal. Hal ini dikarenakan selain masa jabatan yang pendek yaitu 2021-2024, juga pandemi Covid-19 yang berdampak pada semua sektor termasuk membuat terpuruknya ekonomi. Sehingga pemerintah pusat dan daerah lebih fokus terhadap penanganan pandemi itu.
“Ditambah lagi kami harus menanggung hutang daerah dan harus diselesaikan, sehingga kita terbatas anggaran. Hutang kita itu sekitar Rp500 miliar yang harus dilunasi,” ucapnya.
Meski demikian, pihaknya tetap berusaha membangun daerah ini bekerjasama dengan pihak ketiga, walapun belum secara maksimal atau merata pembangunannya. Namun, dirinya bersyukur karena beban berat daerah telah diselesaikan di masa kepimpinannya. Sehingga pada kepimpinan selanjutnya tidak ada lagi tunggakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ataupun dana desa karena anggaran sudah normal.
“Namun untuk kepemimpinan selanjutnya, siapapun bupatinya akan bisa berbuat banyak. Tidak ada lagi terlambat membayar TPP, dana desa bahkan pembangunannya. Karena beban daerah sudah diselesaikan pada satu periode ini. Saya harap kedepan Kotim lebih maju lagi pembangunannya,” harapnya.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post