SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) masih menetapkan status pemulihan pada bencana banjir. Ini dikarenakan masih adanya wilayah yang terendam air saat ini.
“Hari ini kami kembali melakukan rapat evaluasi bencana banjir. Hasilnya, status pemulihan kami perpanjang,” kata Asisten 1 Setda Kotim, Rihel, Jumat, 31 Mei 2024.
Disampaikan, perpanjangan ini dilakukan selama tujuh hari. Selain berdasarkan prakiraan cuaca di wilayah utara masih berpotensi hujan dari ringan sampai sedang dalam beberapa hari ini, juga pertimbangan perpanjangan itu karena masih adanya kecamatan yang terendam banjir. Sebelumnya ada empat kecamatan, kini tinggal dua kecamatan yaitu Mentaya Hulu dengan Kota Besi.
“Sekarang sudah masuk ke Desa Hanjalipan Kecamatan Kota Besi. Karena memang desa itu tumpuan air dan paling terakhir biasanya sampai sebulan. Kalau ketinggiannya bervariasi,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Pemkab Kotim akan tetap menyalurkan bantuan pangan dari cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) Kotim kepada warga yang terdampak banjir.
“Karena sebagian rumah di kecamatan yang terdampak itu sudah ada yang terendam rumahnya. Makanya kita akan salurkan. Kami juga akan melakukan evaluasi lagi seminggu ke depan untuk status banjir ini,” terangnya.
Sementara Kalaksa BPBD Kotim, Multazam mengatakan saat ini status bencana ialah perpanjangan masa status peralihan.
“Pertimbangan kami karena jika posisi air sudah mencapai Desa Hanjalipan, maka 2 hingga 3 hari akan surut,” jelasnya.
Ia menambahkan, karena status tanggap darurat banjir tidak efektif, jadi hanya tinggal menunggu pemulihan.
Multazam mengatakan, berdasarkan perkiraan Asisten I Setda Kotim bahwa banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Mentaya sudah terjadi sejak zaman dulu, namun hanya kedaruratannya saja.
“Memang pada periode keempat pada 2024 lebih dahsyat pada wilayah Utara, karena tidak hanya Sungai Mentaya, tapi kiriman dari Sungai di Katingan dan Seruyan,” jelasnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post