SAMPIT – Banjir yang terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) khususnya wilayah Utara berangsur-angsur mulai surut. Terutama di Kecamatan Bukit Santuai. Meski genangan banjir masih tinggi, namun ketinggian itu sudah berkurang dibanding hari sebelumnya.
“Karena sudah tidak ada hujan makanya banjir mulai surut, untuk di Bukit Santuai sudah mulai turun, namun desa di bawahnya yang menuju Kecamatan Mentaya Hulu masih dalam bahkan masuk dalam rumah warga,”ujar salah seorang warga Desa Tanjung Jariangau, Andi, Jumat 31 Mei 2024.
Menururnya, sampai saat ini belum ada warga yang mengungsi. Semua masih bertahan di rumah masing-masing dengan memanfaatkan meja atau kursi di dalam rumah untuk mengamankan beberapa barang elektronik.
“Ada juga rumah yang memang tinggi, jadi air tidak masuk ke dalam rumah. Karena jalan di daerah hulu ini bukit-bukit, jadi tidak semua rumah kebanjiran. Kalau rumah yang berada di tanjakan pasti aman,”ujarnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam mengatakan, sudah ada 26 desa/kelurahan yang terdampak banjir di wilayah Utara Kotim.
“Wilayah utara meliputi enam kecamatan yaitu Parenggean, Mentaya Hulu, Antang Kalang, Telaga Antang, Tualan Hulu dan Bukit Santuai. Banjir terjadi sejak 26 Mei lalu di beberapa desa di Telaga Antang, kemudian terus meluas hingga saat ini dengan ketinggian air 40 hingga 130 centimeter,”bebernya.
Menurutnya, banjir juga membuat akses jalan menuju lima desa terputus yakni di Desa Tukang Langit, Rantau Katang, Tumbang Mangkup, Tumbang Bajanei, dan Bawan sehingga hanya mengandalkan alat transportasi sungai.
“Saat ini sejumlah lokasi di bantaran Sungai Mentaya di Sampit juga ada yang terendam saat kondisi air pasang, padahal Sungai Mentaya menjadi muara turunnya air dari sungai-sungai lain,” beber Multazam.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post