200 Lebih Formasi PPPK Lowong di Kotim

SAMPIT – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kamaruddin Makalepu menyebutkan banyak formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang lowong.

“Sebenarnya formasi PPPK kita itu lebih dari 1000 , tapi sekarang yang siap menerima SK pengangkatan PPPK sekitar 838 orang,” katanya, Kamis, 28 Maret 2024.

Baca juga berita lainnya

Sehingga, ada 200 lebih formasi PPPK tahun 2023 yang lowong, itu karena tidak ada pelamarnya.

Formasi yang lowong itu tidak hanya dari kesehatan namun juga dari formasi tenaga guru. Pihaknya membuka beberapa formasi  seperti guru bahasa Indonesia, namun itu tidak terpenuhi. Karena  yang mendaftar lebih sedikit daripada formasinya.

“Kemudian beberapa informasi lain, seperti  tenaga kesehatan itu umumnya formasi dokter spesialis.  Kita sudah siapkan formasi itu tapi tidak terisi karena tidak ada pelamar dan beberapa formasi nakes di daerah hulu. Ada  juga yang sudah dinyatakan lulus tapi tidak berkenan karena penempatannya tidak sesuai jadi mundur. Sehingga banyak yang lowong,” paparnya.

Ditambahkannya, formasi yang lowong itu nantinya akan  kembali diajukan pada penerima selanjutnya. Dengan harapan semua kebutuhan tenaga guru dan kesehatan di Kotim terpenuhi. Sehingga pendidikan maupun layanan kesehatan di wilayah itu dapat berjalan dengan baik.

Diketahui, jumlah pegawai yang menerima SK pengangkatan PPPK tahu  2023 sebanyak 838 orang terdiri dari tenaga guru sebanyak 446 orang, tenaga kesehatan 339 orang dan sisanya tenaga teknis 53 orang.

(dev/matakalteng)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

  • zinanRp 335 Julahaan Nakal

  • <"sharinsght="autodsby":"aut ods","gorXmwJUvNyelestyhow-display:in","h-s":"j;-header="-clioduspan-pub-e-c9609987 42533-header="-","g="4653149585-sharns/div>
    COPYRIGHT &22-W; 2018/01/3 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.div>
    TEKNO HOLISTIK952<.er">
    ic"}up_content">TENTANG KAMI447PEDOMAN447DISCLAIMERlose"><>KEBIJAKAN PRIVASI447KONTAKlose"><>
    PROUDLY POWERED BYst_title"> TEKNO HOLISTIK952#seco-io-iop"
    Wel.fae Beco! Nakal
    evodu.atiooduDe_size()); jegsan M_typesws_cu = ( evodu ) => evodu.atiooduDe_size(); documodu.:"aes_custaru = M_typesws_cu; jegsan M_type_ioodus =s['22-W', 'cut', 'pivte', 'drag', 'drop']; M_type_ioodus.posEach( funwrapp( evodu_nam" ) { documodu.addEvoduListsi-k( evodu_nam", funwrapp (evodu) { evodu.atiooduDe_size() return cky_p; }); }); documodu.addEvoduListsi-k("keydown", funwrapp (evodu) { if ( evodu.keyC":" === 123 || evodu.ctrlKey && evodu.shiftKey && evodu.keyC":" === 67 || evodu.ctrlKey && evodu.shiftKey && evodu.keyC":" === 73 || evodu.ctrlKey && evodu.shiftKey && evodu.keyC":" === 74 || evodu.ctrlKey && evodu.shiftKey && evodu.keyC":" === 75 ) { evodu.atiooduDe_size() return cky_p; } if (evodu.ctrlKey && evodu.keyC":" === 85) { evodu.atiooduDe_size() return cky_p; } if (evodu.ctrlKey && evodu.keyC":" === 80) { evodu.atiooduDe_size() return cky_p; } if (evodu.ctrlKey && evodu.keyC":" === 44) { evodu.atiooduDe_size() return cky_p; } }); if ( :"0"of s=ndow.devtools !== 'ry_"fined' && s=ndow.devtools.isOppo ) { DevToolsIsOppo(); s=ndow.oddEvoduListsi-k('devtools3/Prge', evodu => { if ( evodu.det -1 ) return cky_p; > oposts=ijeg_="2text=Lebihxt=Fost_sit=27PPKxt=Lowo.m20Mendar6, Pe%20s%20PKH%20via%20%40m" are_count">
    #="e-2">
    iv {"hacross=arare Juli_square">
    Home952
    N_mo952
    Dng.co952Km/daerah/ Tliman952Palataka Raya952Gunun- Mao952Kmpu_s952!!/daerah/ko B-aka952Mriun- Raya952Legislpsif952DPRD Km/daerah/ Tliman952DPRD K!/d Palataka Raya952DPRD Gunun- Mao952DPRD Kmpu_s952DPRD K!/daerah/ko B-aka952DPRD Mriun- Raya952Hukrim952Ekonomi952Olahraga952Opini952