SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor meminta masyarakat, untuk dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan sebaik mungkin. Ini berkaitan dengan capaian program kesehatan yang belum maksimal.
“Berdasarkan capaian program kesehatan yang telah disampaikan Kepala Dinas Kesehatan belum lama ini, saya menghimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk posyandu dengan sebaik-baiknya,” katanya, Kamis, 8 Februari 2024.
Disampaikannya, untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan tidak harus menunggu sakit, melainkan masyarakat harus rutin melakukan pengecekan kesehatan. Sehingga jika ada penyakit dapat segera diketahui dan tingani.
“Jangan menunggu sakit baru cek kesehatan lakukan cek kesehatan minimal setahun sekali, agar jika ada gangguan kesehatan dapat segera ditanggulangi tidak menjadi parah. Di samping itu kesehatan ibu dan anak harus diperhatikan tidak hanya untuk kesehatan mereka tetapi dalam upaya menyiapkan masa depan generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Ia pun meminta partisipasi semua komponen masyarakat, untuk peduli dengan kondisi yang terjadi di masyarakat tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan publik figur hendaknya bisa menjadi penggerak agar masyarakat mampu untuk hidup sehat dan rutin cek kesehatan.
“Semua komponen masyarakat agar berperan aktif memberikan penyadaran kepada masyarakat dengan melakukan bimbingan dan pendampingan yang baik kepada anak dan atau keluarganya supaya masyarakat Kotim sehat,” imbuhnya.
Kepada Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi sebelumnya menyebut bahwa untuk capaian standar pelayanan minimal bidang kesehatan masih belum optimal.
Bayi atau balita yang ditimbang dan mendapat pelayanan sesuai standar 66,7%, usia produktif yang di skrining 60,2% dan usia lanjut di skrining 61,1%.
Sedangkan Posyandu aktif yang dihitung dari ketersediaan kader di Posyandu keaktifan masyarakat di Posyandu, ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, imunisasi bayi, pasangan usia subur ber KB dan adanya pengembangan program Posyandu baru 97% dari 317 Posyandu.
“Di sisi lain penyakit hipertensi telah menjadi nomor 2 dalam 10 penyakit terbanyak di Kabupaten Kotim sementara penderitanya yang rutin berobat hanya 51,3%, sedangkan penyakit terbanyak pertama adalah infeksi pernapasan atas terkait dengan musim dan cuaca,” sebutnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post