SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, meresmikan Puskesmas Kota Besi yang sebelumnya sempat tertunda pembangunannya dan mangkrak. Keberadaan Puskesmas itu diharapkan dapat memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat setempat.
“Alhamdulillah hari ini kami meresmikan Puskesmas Kota Besi walaupun sebelumnya sempat mangkrak,” katanya, Jumat, 2 Februari 2024.
Peresmian itu dihadiri juga oleh Wakil Bupati Kotim, Irawati, Sekda Kotim, Fajrurrahman dan kepala dinas yang ada di Lingkungan Pemkab Kotim.
Pembangunan Puskesmas yang sempat mangkrak tersebut, disebabkan karena pihak penyedia tidak dapat menyelesaikan tepat waktu.
“Jadi kami blacklist, kemudian tahun kemarin pembangunannya dilanjutkan lagi dan tahun ini bisa kita resmikan,” ungkapnya.
Disampaikannya, jika dilihat sarana dan prasarana Puskesmas Kota Besi telah sangat representatif. Lantaran Puskesmas tersebut telah sesuai standar nasional. Pihaknya berharap dengan lengkapnya fasilitas kesehatan maka pelayanan kesehatan lebih baik lagi.
“Lebih utama dari semua itu adalah bagaiman SDMnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena sebaik-baiknya fasilitas tapi kalau pelayanan yang diberikan nakes kepada masyarakat tidak bagus maka itu tidak akan maksimal. Makanya fasilitas yang bagus harus ditunjang dengan pelayanan yang baik pula,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi mengungkapkan, pembangunan Puskesmas Kota Besi itu menghabiskan anggaran Rp2,5 miliar. Pembangunan dimulai dari tahun 2021 lalu, kemudian sempat berhenti dan tahun 2023 kembali dilanjutkan pembangunnya.
“Alhamdulillah sekarang Puskesmas Kota Besi faskes rawat jalan sesuai dengan Prototype dari Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
Lanjutnya, tahun ini status Puskesmas itu akan ditingkatkan sebagai Puskesmas perawatan. Hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan, mendekatkan dan mengoptimalkan pelayanan kesehatan.
Puskesmas itu juga telah mempunyai tenaga medis dan tenaga kesehatan sesuai standar ketenegaan Puskesmas, sehingga kasus-kasus tertentu dapat ditangani dan diselesaikan.
“Sekalipun masih ada pegawai yang kontrak. Tapi setidaknya masyarakat dapat ditangani dengan baik. Namun kalau ditingkatkan menjadi Puskesmas Perawatan maka perlu ada penambahan tenaga dokter, bidan dan perawat. Semoga tahun ini bisa terlaksana dan pelayanan kesehatan terus meningkat,” tutupnya.
(Dev/matakalteng)




















Discussion about this post