SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, merencanakan organisasi kemasyarakatan Dayak tergabung di Dewan Adat Dayak (DAD) setempat. Ini upaya dalam menyatukan semua organisasi kemasyarakatan Dayak di wilayah tersebut.
“Kemarin saudara kita di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan telah terjadi insiden sehingga mengorbankan satu nyawa. Tentu kita sangat sedih dan prihatin, hal ini jangan sampai terjadi lagi, ” katanya, Senin, 9 Oktober 2023.
Hal ini ia ungkapkan saat dirinya menghadiri pelantikan dan pengukuhan PAW pengurus dewan pimpinan kabupaten gerakan Pemuda Dayak Indonesia Kotim masa bhakti 2021-2026.
Lanjutnya, untuk menyatukan dan menjunjung kebersamaan organisasi kemasyarakatan Dayak yang ada di Kotim, semua oraganisasi tersebut akan bergabung di DAD Kotim, termasuk Gerdayak.
“Mulai dari Gerdayak, Fordayak hingga TBBR pengurus intinya masuk ke DAD. Sehingga saat ada permasalahan kita musyawarahkan bersama,” ujarnya.
Menurutnya dengan begitu, Dayak sebagai pemilik Petak Danum dapat memperjuangkan hak masyarakat sesuai dengan aturan terutama yang lagi tren yaitu tuntutan masyarakat terhadap plasma 20 persen.
“Dengan begitu, peristiwa terjadi di Bangkal yang melibatkan masyarakat kita tidak lagi terulang. Karena kita bersatu membela dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Terkait pelantikan tersebut dirinya berharap DPK Gerdayak Indonesia Kotim yang baru dilantik mampu menjaga persatuan dan kesatuan, membangun dan membentuk kerjasama yang baik dan harmonis sesama organisasi kemasyarakatan yang terbentuk di masyarakat yang ada di Kotim.
“Selain itu juga, mampu menjalin hubungan baik dengan pemerintah daerah, TNI/Polri sebagai mitra dalam membangun dan melestarikan adat, budaya dan kearifan lokal,” ucapnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post