SAMPIT – Salah satu pengusaha cucian mobil di Jalan Cilik Riwut, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluhkan pencemaran air sungai Baamang yang disebabkan oleh limbah pabrik tahu.
Keluhan tersebut langsung disampaikan kepada aparat Kepolisian Polsek Baamang pada saat kegiatan Jumat Curhat. Itu disampaikan langsung oleh Kapolsek Baamang, Ipda Fedrick Liano, SE, MM yang diwakili Kanit Binmas, Ipda Erwin Sanusi.
“Dalam kegiatan Jumat curhat ini, kami menerima beberapa keluhan masyarakat, salah satunya terkait permasalahan perkembangan dan situasi Kamtibmas yaitu adanya pencemaran aliran sungai Baamang yang disebabkan limbah pabrik tahu,” kata Kanit Binmas, Ipda Erwin Sanusi, Jumat, 18 Agustus 2023.
Ia menjelaskan pada program curhat warga itu, akibat pencemaran sungai berdampak pada berbagai faktor, diantara seperti ekonomi, kesehatan dan juga merusak ekosistem di sungai tersebut, sehingga apa yang berasal dari sungai itu, kalau dikonsumsi dapat membahayakan.
“Para masyarakat ini menyatakan bahwa usaha cucian mobil mereka ini sangat bergantung pada sumber air yang ada di sungai Baamang. Jka air sudah dicemari limbah mengakibatkan bau tidak nyaman, apalagi pencemaran seperti ini dapat merusak ekosistem yang ada disungai,” bebernya.
Mendengar curhatan dan keluhan masyarakat tersebut, pihak kepolisian Polsek Baamang mencoba mencari solusi agar permasalahan bisa ditindak lanjut dengan melakukan koordinasi dengan pihak terkait terhadap problematika yang terjadi.
“Bahwa permasalah tersebut akan langsung ditindak lanjuti dengan cara mengajak pihak terkait dan berkoordinasi masalah keluhan warga ini. Kami juga mengimbau Kamtibmas kepada masyarakat agar tetap senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat melakukan aktifitasnya, baik dirumah maupun diluar rumah karena tindakan kriminalitas sewaktu waktu dapat terjadi,” imbunnya.
(gus/matakalteng.com)





















Discussion about this post