SAMPIT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan, program swasembada daging di Kotim harus lebih serius, terutama saat permintaan daging di wilayah ini masih sangat tinggi.
“Saya yakin kalau memang dikelola secara serius dan berkelanjutan, program swasembada daging yang didengungkan sejak lama ini bisa tercapai dan terlaksana. Asalkan pemerintah, pihak swasta dan peternak punya persepsi yang sama,” kata Anggota Komisi II DPRD Kotim, Syahbana, Jumat 7 Juli 2023.
Lanjutnya, selama ini Kotim masih banyak mengimpor atau membeli dari luar daerah untuk memenuhi permintaan daging. Padahal ada banyak peternak handak di Kotim yang siap diberdayakan oleh pemerintah untuk mewujudkan swasembada daging.
“Konsep swasembada daging sapi adalah ketersediaan daging sapi minimal 90 persen untuk dikonsumsi yang dipasok dari sapi domestik, sementara 10 persen sisanya dipenuhi melalui impor, baik dalam bentuk sapi bakalan maupun daging sapi beku,”jelasnya.
Disebutkan Syahbana, salah satu komoditas yang kerap mengalami lonjakan harga setiap menjelang bulan puasa dan lebaran adalah daging sapi. Sehingga perlu adanya campur tangan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut agar tidak mencekik masyarakat.
“Persoalan klasik naiknya harga daging sapi ini tidak semata-mata disebabkan oleh naiknya permintaan yang tidak sanggup dijawab oleh penawaran dalam negeri. Faktor lainnya yang juga menyebabkan kenaikan harga adalah proses produksi dan distribusi yang tidak efisien dan tahap penyaluran yang cukup panjang sehingga memakan biaya. Ini menimbulkan fenomena ekonomi berbiaya tinggi atau high cost economy,” tegasnya.
Jika swasembada daging terwujud di daerah ujarnya, maka biaya produksi dan penyalurannyapun akan lebih rendah. Sehingga harga jual daging juga bisa ditekan agar tidak tinggi.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post