SAMPIT – Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merupakan kecamatan dengan angka stunting terendah di wilayah tersebut. Ada beberapa langkah yang dilakukan, sehingga angka stunting menurun signifikan di wilayah itu.
“Alhamdulillah Kecamatan MHU menjadi wilayah dengan kasus stunting terendah. Angka stunting itu turun jika dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Camat MHU Muslih, Selasa 9 Mei 2023.
Disebutnya, ada beberapa langkah yang dilakukan hingga kecamatan tersebut mampu menurunkan angka stunting diantaranya Inovasi Butik Anting (Ibu-ibu Cantik Atasi Stunting). Mereka ini terbentuk dari para kader dan TP-PKK. “Peran mereka sudah terbukti mampu menurunkan angka stunting di Desa Bagendang Permai,” imbuhnya.
Lanjutnya, inovasi produk lokal UMKM di Desa Bagendang Tengah dalam penurunan angka stunting, pemberian makanan tambahan (PMT) penyuluhan diberikan setiap bulan yaitu dalam kegiatan Posyandu. Kemudian, PMT pemulihan yang diberikan setiap hari selama 3 bulan (90 hari), pemantauan,pengukuran dan penimbangan setiap bulan di posyandu serta rutin melakukan skrinning balita potensi masalah terhadap balita terdeteksi stunting.
“Semua Upaya di atas selalu melibatkan stakeholder terkait seperti Puskesmas, PL KB selaku Pengawasan, dan penyuluh kesehatan yang selalu dilakukan setiap bulan,” terangnya.
Diketahui pada tahun 2021 lalu angka stunting di MHU cukup tinggi dibandingkan kecamatan lainnya. Berdasarkan Riskesdas dan SGGI, MHU menjadi kecamatan dengan angka stunting tertinggi. Kasus stunting di wilayah itu tercatat ada 37 kasus, Pulau Hanaut 34 kasus dan Baamang 30 kasus. Dan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) merupakan kecamatan dengan angka stunting terendah.
Namun pada tahun 2022 lalu, MHU menjadi kecamatan dengan angka stunting terendah. Dari kasus sebelumnya sebesar 25,2 persen menjadi 9,9 persen. Sehingga penurunan yang terjadi dalam jangka satu tahun mencapai 15,3 persen.
Sedangkan kecamatan penyumbang angka terbesar kasus stunting adalah Kecamatan Pulau Hanaut yaitu sebesar 32,3 persen, sekalipun angka itu turun jika dibandingkan tahun 2021 yang berada di angka 33,7 persen.
(dev/matakalteng.com)




















Discussion about this post