SAMPIT – Semenjak Terowongan Nur Mentaya (TNM) diresmikan oleh Bupati Kotim, Halikinnor, ratusan pedagang mulai bermunculan di wilayah yang sering dipadati pengunjung ini. Hal itu pun dinilai strategis untuk melakukan bisnis kecilan, seperti berjualan makanan ringan dan minuman.
Namun sayangnya, hampir masing-masing pedagang membangun warung. Alhasil bangunan tidak teratur. Bahkan banyak warung yang menggunakan terpal maupun bekas spanduk sehingga terlihat kumuh.
“Kalau siang itu tertutup dengan terpal jadi kelihatan jelek. Saya minta Camat dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera mendata pemilik tanah di area terowongan. Setelah hari raya Idulfitri, lakukan rapat untuk pembenahan jalur di sana,” kata Halikinnor, Jumat, 7 April 2023.
Agar warung kuliner yang ada lebih seragam dan bagus serta rapi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim dinyatakan siap menganggarkan untuk membangun warung secara serentak agar tertata rapi. Dengan begitu, lokasi yang saat ini lebih sering dikunjungi masyarakat menjadi tidak kumuh lagi.
“Jika bersih dan rapi, maka kunjungan masyarakat akan semakin meningkat dan menjadi sumber ekonomi. Saya tidak mau, terowongan bagus menjadi pusat perhatian masyarakat, tapi warung kopi dan makanan di kiri kanan semrawut, jadi kumuh,” tegasnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post