SAMPIT – Puskesmas Baamang I melakukan bimbingan hygiene sanitasi kepada sejumlah pedagang makanan yang ada di wilayah kerja setempat, Kamis 6 April 2023. Hal ini sebagai upaya mengantisipasi terulangnya kembali peristiwa keracunan makanan di wilayah itu.
“Kegiatan hari ini kami menindaklanjuti peristiwa keracunan makanan di wilayah kerja Puskesmas Baamang I, meskipun korbannya paling banyak dari luar wilayah kami,” kata Kepala Puskesmas Baamang I, Supriadi, dalam kesempatan itu.
Pihaknya bekerjasama dengan kecamatan, Polsek dan Dinas Kesehatan untuk melakukan sosialisasi hygiene sanitasi terhadap pedagang maupun pembuat makanan terutama di bulan Ramadan ini. Dengan harapan para pembuat dan penjual makanan khususnya kue itu mengetahui penyebab makanan yang bisa mengakibatkan keracunan. Sehingga mereka lebih berhati-hati dengan mengolah makanan secara sehat dan bergizi.
“Ada 20 lebih peserta yang diundang 99 persen hadir, diantaranya pembuat dan pedagang kue ipau. Dengan bimbingan ini mereka selanjutnya tahu kelayakan makanan,” terangnya.
Pembinaan ini biasanya dilakukan setiap tahun, hanya tahun 2022 yang tidak dapat diselenggarakan karena pandemi Covid-19. Namun pada tahun 2021 telah dilakukan salah satu pesertanya penjual kue ipau yang tengah gempar saat ini.
Diketahui, diduga lalai tidak memperhatikan hygiene sanitasi dalam pengolahan makanan kue ipau, salah satu pedagang kue di wilayah Baamang membuat puluhan warga Kotim keracunan. Karena kandungan kue berdasarkan hasil laboratorium terdapat bakteri E. Coli dan Salmonella.
Kasus ini pun masih dalam penyelidikan pihak Polres Kotim, karena selain puluhan orang harus menerima perawan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, satu orang telah dinyatakan meninggal dunia.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post