SAMPIT – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayah tersebut masih aman sampai dengan Idulfitri nanti. Bahkan, sebagian besar bahan pangan tersebut surplus.
“Prognosa kesediaan bahan pangan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri aman. Data bahan pangan termasuk harga itu ada di kami,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kotim, M. Yusuf, Selasa 4 April 2023.
Disebutnya, 11 komoditas yang menjadi bahan pangan yaitu beras, jagung, daging sapi, telur ayam, daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabe rawit, cabe merah, minyak goreng juga termasuk gula pasir ketersediaannya aman.
Disampaikan, untuk beras ketersediaan data yang didapat dari Bulog dan juga data sentral produksi serta dari Dinas Pertanian, diperkiraan ketersediaannya ada 7.332 ton. Sedangkan kebutuhan masyarakat di Kotim terutama menjelang Hari Raya Idulfitri berdasarkan perhitungan mereka adalah 2.590 ton.
“Jadi untuk beras kita perkirakan memang cukup banyak surplusnya, karena stok terakhir yang ada dari perkiraan bulan lalu itu sebesar 4.742 tonton,” sebutnya. Kemudian jagung itu perkiraan ketersediaan yang ada untuk bulan ini adalah 129 ton untuk kebutuhannya 94 ton.
Sedangkan stok ada surplus sekitar 35 ton. Untuk daging sapi ketersediaannya sekitar 200 ton, perkiraan kebutuhan tidak sampai jumlah tersebut, hanya sekitar 173 ton dan surplusnya juga 36 ton. “Telur ayam ras juga ketersediaannya itu ada 287 ton, kemudian perkiraan kebutuhan menjelang hari raya itu sekitar 208 ton. Jadi surplusnya 79 ton,” ucapnya.
Lanjutnya, daging ayam ras kebutuhannya hingga menjelang Lebaran tidak mencapai 100 ton, sedangkan ketersediaannya ada 129 ton. Maka daging ayam ini juga mengalami surplus. Begitu juga dengan komoditas bawang merah dan bawang putih mengalami surplus ketersediaannya antara 66 dan 84 ton.
Kemudian minyak goreng, itu perkiraan ketersediaannya ada 353 ton, sementara perkiraan kebutuhan untuk menjelang hari raya ini sekitar 85 ton. Sehingga minyak goreng aman karena surplus sekitar 268 ton. Terakhir gula pasir itu perkiraan ketersediaan 364 ton, sedangkan kebutuhannya 168 ton. Jadi mengalami surplus sebanyak 196 ton.
“Data ini kami dapat terhitung dari 31 Maret 2023 lalu. Harga semua relatif stabil, karena dari bulan kemarin belum ada peningkatan. Jadi selain ketersediaannya aman harga juga stabil,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)






















Discussion about this post