SAMPIT – Tahun ini, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak akan terkena inflasi. Hal ini dipastikan oleh Bupati Kotim, Halikinnor yang didukung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Inflasi di Kotim sempat menduduki urutan besar se Indonesia. Inflasi di Kalteng itu terukur dari Kota Sampit dan Palangka Raya. Dengan upaya yang dilakukan Pemkab Kotim serta Provinsi Kalteng, maka urutan inflasi Kotim turun, dari nomor 1 menjadi 83 di Indonesia,” kata Bupati Halikinnor, Senin 9 Januari 2023.
Pasar murah dan penyeimbang merupakan salah satu upaya Pemkab dan Pemprov dalam mengatasi permasalahan ini. Berkat kerja keras tersebut, Pemkab Kotim mendapat insentif dari pemerintah pusat sebesar Rp 30 miliar. “Itu penghargaan terhadap upaya yang dilakukan oleh Pemkab dalam menekan angka inflasi,” imbuhnya.
Ditegaskan pula, tahun ini tidak ada pengaruh yang signifikan terjadinya inflasi. Tingginya inflasi pada tahun lalu lantaran adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tarif PDAM. “Inflasi di 2023 bisa terkendali. Karena pengaruh dari BBM telah berjalan normal. Sehingga kedepan dibawah 6-5 persen saja,” sebut Halikin.
Mantan Sekda Kotim ini melanjutkan, program lainnya yang menekan inflasi adalah penggilingan beras modern dan food estate. “Kedua program ini untuk jangka panjang ketahanan pangan. Sehingga inflasi terutama untuk beras bisa ditekan, tentunya untuk komoditi lainnya juga akan diprogramkan,” ucapnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post