SAMPIT – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat, kasus kebakaran bangunan mengalami penurunan di 2022 dibandingkan pada tahun sebelumnya.
“Kasus kebakaran bangunan tahun ini yang pasti ada penurunan. Sepertinya masyarakat Kotim sebagian besar lebih waspada. Tahun lalu ada 47, sekarang hanya 30 kasus,” kata Kepala Disdamkarmat Kotim Hawianan, Senin 19 Desember 2022.
Dari jumlah tersebut penyebab kebakaran lebih banyak karena korsleting listrik. Penurunan kasus kebakaran bangunan ini juga tak lepas dari gencarnya sosialisasi kepada masyarakat dan pemantauan dari dinas itu sendiri.
“Ini mungkin karena kami rutin patroli dan edukasi keliling. Kebakaran akibat kelalaian manusia tahun lalu sekitar 20 kasus, tahun ini hanya 3 kasus,” jelasnya.
Kedepan pihaknya juga akan melakukan kerjasama dengan PLN untuk memberi edukasi kepada masyarakat terkait pemasang jaringan listrik yang benar dan standar kabel yang digunakan.
“Selain itu, kami juga akan meminta PLN memeriksa instalasi rumah warga, khususnya yang sudah berumur, agar dapat diperbaharui. Musim hujan juga diwaspadai, jangan sampai ada atap bocor yang membahayakan instalasi listrik,” tegasnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post