SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) telah menganggarkan dana sebesar Rp3 miliar untuk pembangunan pabrik pakan ternak sebagai salah satu langkah dalam menanggulangi mahalnya harga ikan dan ayam potong di pasar.
“Ini kaitannya dengan mahalnya harga daging ayam potong dan sejumlah ikan di wilayah kita. Itu dikarenakan harga pakan mahal,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Selasa 8 November 2022.
Salah satu langkah agar harga ayam potong dan ikan turun adalah membuat pakan sendiri. Hal itu bukan hanya rencana kosong, Pemkab Kotim telah anggarkan dana sebesar Rp 3 miliar untuk pembangunan pabrik itu.
“Makanya banyak peternak yang gulung tikar, karena besarnya modal. Kalau buat sendiri itu dari harga pakan bisa menjadi Rp 6-7 ribu per kilo, setengah harga dari yang ada dipasaran. Ini membantu peternak kita,” sebutnya.
Jika pabrik pakan berdiri dan berproduksi, maka pihaknya akan merubah peraturan yaitu melarang ayam atau ikan dari luar masuk ke Kotim, hal ini untuk menghidupkan peternak di wilayah tersebut.
“Kalau sekarang kita belum bisa melakukan, karena petani kita belum bisa memenuhi kebutuhan di Kotim. Takutnya harga semakin mahal, karena barangnya tidak tersedia,” ujarnya.
Diketahui, harga ayam potong di Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit blok ikan, per kilogramnya masih berada di kisaran Rp 38 ribu. “Ayam sekarang ini masih harganya masih mahal diatas Rp35 ribu,” kata Yani pedagang ayam potong.
Itu dikarenakan ayam potong yang mereka jual diambil dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Ditambah lagi adanya kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Namun ditegaskan Yani, harga ayam dari Banjarmasin masih bisa dijangkau dibandingkan ayam lokal.
“Ayam lokal disini mahal, jadi tidak bisa menjualnya. Makanya mengambil dari Banjar. Sekalipun mahal tapi masih mending. Semoga pemerintah segera mengatasi ini, karena kalau mahal begini orang belanjanya juga kurang,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post