SAMPIT – Permintaan emas di pasaran lebih mendominasi dibandingkan kebutuhan sekunder lainnya menjelang Idul Fitri 1443 Hijriah. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati.
“Alhamdulillah setelah melakukan peninjauan vaksinasi, saya juga memantau aktivitas pasar seperti ke toko perhiasan yang ada di PPM Sampit. Dari hasil pantauan, daya beli emas selama Ramadan ini cukup tinggi dibandingkan dengan kebutuhan lainnya seperti pakaian,” katanya, Rabu 13 April 2022.
Sekalipun harga emas saat ini cukup tinggi, namun tidak menjadi kendala bagi kaum hawa terutama para ibu rumah tangga. Disebut Irawati, alasan tingginya permintaan emas itu lantaran para kaum emak-emak itu sering berhias saat lebaran.
“Mereka lebih memilih membeli emas. Selain berhias, ini sekaligus menabung. Biasanya setelah lebaran banyak keperluan lain yang harus dipenuhi dan emas bisa dijual. Sementara kalau baju tidak bisa dijual lagi,” ujarnya.
Dirinya menilai cara berpikir para ibu rumah tangga tersebut cukup bagus. Karena selain untuk keindahan pada diri yang mengenakan perhiasan, juga untuk investasi kedepannya. Sewaktu-waktu perhiasan tersebut dapat dimanfaatkan kembali.
“Saya mendukung, jadi, ceritanya berhias sambil menabung dan yang paling penting menurut saya, perekonomian di Kotim bisa dikatakan tetap berjalan normal bahkan meningkat karena banyaknya aktivitas jual beli di PPM selama bulan Ramadan tahun ini,” jelasnya.
Perlu diketahui, harga emas di Pasar PPM Sampit saat ini emas dengan kadar 999,9 persen dibandrol dengan harga Rp 885 ribu per gram, kadar 755 persen yaitu Rp 790 ribu per gram, kadar 750 persen Rp 770 ribu per gram, kadar 700 persen dibanderol Rp 710 ribu per gram dan kadar 420 persen sebesar Rp 440 ribu per gram dan kadar 375 persen seharga Rp 420 ribu per gram.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post