SAMPIT – Sebelumnya, sepuluh mahasiswa dinyatakan terpapar Covid-19. Namun jumlah tersebut telah bertambah menjadi 15 orang. Belasan mahasiswa yang sebelumnya melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit ini berasal dari Palangka Raya.
Kini belasan penuntut ilmu tersebut melaksanakan dinyatakan positif Covid-19 dan telah menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah isoman yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim).
“Iya, kemarin memang ada 10 mahasiswa dan telah melakukan isolasi mandiri. Tapi ada penambahan 5 orang lagi,” kata Kepala Bagian Pelayanan Umum RSUD dr Murjani Sampit, drg Ari Wijayanto, Selasa 22 Februari 2022.
Penambahan tersebut berdasarkan hasil tracking dan tracing, setelah mengetahui 10 mahasiswa terpapar. Sehingga totalnya menjadi 15 orang dari 37 mahasiswa PKL. Sementara terkait asal terpaparnya Covid-19 tersebut, dirinya tidak dapat memastikan apakah berasal di rumah sakit atau dari lingkungan luar.
“Kalau di rumah sakit, mahasiswa PKL itu mengenakan baju APD lengkap. Sehingga memungkinkan besar sulit untuk terpapar. Sedangkan kalau diluar sana kami tidak tahu,” ujar drg Ari Wijayanto.
Dijelaskan, penyebaran yang cepat dan secara bersamaan itu, lantaran mahasiswa PKL tersebut tinggal satu rumah dan sering makan bersama, sehingga tidak ada protokol kesehatan dan penyebaran dapat terjadi. Kuat dugaan pula, belasan mahasiswa tersebut terpapar varian baru, Omicron. Oleh sebab itu, penyebarannya sangat cepat.
“Mungkin mereka sering makan dan ngobrol bersama ketika tidak mengenakan masker. Jadi terpapar satu, yang lainnya kena juga. Mereka yang terpapar mengalami gejala ringan, makanya hanya melakukan isoman, tidak sampai dirawat di rumah sakit,” jelasnya.
(dev/matakalteng.com)






















Discussion about this post