SAMPIT – Pandemi Covid-19 membuat banyak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kesulitan untuk berusaha. Tapi lain halnya dengan usaha minuman rempah herbal instan yang digeluti oleh Edi Surifto.
Ditengah pandemi Covid-19, usaha warga Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini semakin berkembang.
Itu seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk menjaga imun tubuh, yang dipercaya dengan meminum-minuman herbal.
“Saya baru empat bulan menggeluti usaha minuman herbal instan ini, tapi alhamdulillah peminatnya sudah luar biasa ditengah kasus pandemi yang mulai bertambah ini,” kata Edi Surifto, Sabtu 12 Februari 2022.
Pria paru baya berusia sekitar 55 tahun itu, memproduksi sebanyak 12 varian minuman herbal instan, antara lain bunga talang, biji pepaya, kunyit sirih, beras kencur, bawang dayak, kunyit asam jahe dan masih banyak lagi.
Pria dengan ciri khas menggunakan topi bulat itu menyebut, belakangan ini ia harus memproduksi 300 pcs dari setiap masing-masing varian.
Produk yang dinamai minuman rempah-rempah itu masih dipasarkan di sikataran Kabupaten Kotim, namun permintaan masyarakat cukup tinggi.
“Memang pemasarannya masih disekitaran Kotim karena kami belum memiliki label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan itu sedang kami proses,” terangnya.
Produk minuman herbal instan itu dijual dengan harga Rp 30 ribu per pcs atau kemasan dengan berat bersih 125 gram. Harga itu berlaku untuk semua varian minuman herbal.
“Minuman kami ini khususnya varian bunga talang sudah mulai dilirik oleh negara tetangga yaitu Malaysia, makanya kami berharap label halal itu segera selesai agar kami bisa memasarkan hingga ke kancah internasional,” ucapnya.
Munculnya ide pembuatan minuman sehat herbal instan ini lantaran dimasa pandemi ini banyak masyarakat yang memerlukan jamu. Namun jamu kesannya pahit dan tidak enak, hanya ada kalangan tertentu. Agar semua kalangan, mulai dari anak kecil hingga orang tua bisa mengkonsumsi, maka ia berinovasi minuman jamu produksi berbentuk serbuk dan manis jika diseduh.
“Jadi minuman sehat ini manis namun memiliki khasiat yang luar biasa. Semua kalangan bisa minum karena saya yakin dari anak kecil sampai orang dewasa pasti suka,” sebutnya.
Surifto berharap kepada pemerintah agar lahan yang terlantar sebaiknya dipinjamkan kepada petani untuk dikelola dan ditanami rempah-rempah atau tanaman herbal. Dengan begitu, selain membantu para pelaku UMKM dibidang herbal juga akan membantu perekonomian petani. Bahkan Edi siap menampung hasil produksi petani.
“Saya minta ke pemerintah dibantu Lurah Pasir Putih, lahan yang tidak digunakan di wilayah sini bisa dimanfaatkan.
Karena disini banyak lahan tidur, jadi itu bisa ditanamai rempah-rempah, saya pikir itu akan menambah penghasilan atau membantu perekonomian. Saya siap menampung,” tegasnya.
Sementara Lurah Pasir Putih, Rudy Setiawan mengatakan, minuman herbal sangat bermanfaat untuk kesehatan. Dimasa pandemi Covid-19 ini sangat tepat untuk mengembangkan usaha yang berhubungan dengan kesehatan tubuh agar selalu kuat dan terhindar dari bahaya Covid-19
“Jadi ini juga salah satu program pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang sehat, kuat, dan bersemangat dalam masa Pandemi COVID-19. Kami pun akan terus mendukung parapelaku UMKM ini,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post