SAMPIT – Sejumlah warga mengeluhkan rusaknya jalan Lingkar Selatan, Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim). Pasalnya, kerusakan jalan tersebut kerap kali membuat pengendara terutama sepeda motor oleng lantaran kubangan besar yang berada di setiap sisi jalan.
Warga sekitar yakni Khumai mengatakan, dirinya selaku warga yang sering melintasi jalan tersebut merasa prihatin dengan keadaan jalan yang semakin hari semakin parah. “Ditambah lagi ketika hujan, jalan disini semakin sulit dilalui. Kubangan-kubangan besar di jalan ini jadi tergenang air, apalagi lobang-lobangnya ini tidak sedikit, melainkan banyak dan ada di kanan kiri bahkan tengah jalan,” katanya, Kamis 13 Januari 2022.
Bahkan ujarnya, jalan yang dulu sempat diperbaiki sekitar 500 meter kini juga sudah tampak berlubang-lubang dan tergenang air. Sehingga dinilai membahayakan pengendara, baik sepeda motor maupun roda 4 dan 6. “Setahu saya dulu katanya jalan ini sudah dianggarkan Pemerintah Provinsi, tapi kenapa sampai tahun 2022 ini belum juga diperbaiki. Kasihan kami yang rumahnya disini kesulitan, apalagi setiap hari harus bolak balik kerja melewati jalan rusak ini,” ujarnya.
Khumai berharap, Pemerintah Kabupaten Kotim dapat menyuarakan keluhan masyarakat Kotim khususnya terkait jalan Lingkar Selatan yang tidak kunjung diperbaiki tersebut. “Kami minta agar pemerintah Kotim mendatangi langsung atau bersurat ke pemerintah provinsi menanyakan kejelasan kapan perbaikan jalan ini dilakukan. Karena semakin lama semakin rusak, kubangannya saja seperti danau kecil di tengah jalan,” tandasnya.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Kalteng sudah menjanjikan untuk memperbaiki jalan tersebut. Pada 2021 lalu pemerintah provinsi menginformasikan sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar, namun hingga memasuki 2022 janji itu belum terealisasi.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post