SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati meminta gerakan Jum’at bersih kembali diaktifkan untuk tingkat RW dan RT sebagai langkah untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal masyarakat.
“Sebelum musim penghujan panjang melalui ketua RT, RW, Kepala Desa dan Lurah dapat mengaktifkan kembali gerakan Jumat bersih, terutama untuk membersihkan saluran air dan sampah-sampah disekitar lingkungan masing-masing,” kata Irawati pada saat meninjau sekolah SDN 6 Ketapang Sampit yang tergenang air, Jumat 12 November 2021.
Sehingga pada saat musim penghujan seperti saat ini diharapkan tidak terjadi banjir. Karena lingkungan yang bersih dan saluran air berfungsi dengan baik dapat mencegah terjadinya banjir. Jika drainase dipenuhi dengan sampah atau rumput liar dapat menyebabkan pendangkalan yang membuat air tidak dapat mengalir dengan baik ke saluran utama akibatnya air akan lebih lama menggenangi daratan. “Pasalnya banjir yang terjadi di sekolah SDN 6 Ketapang dan kawasan lainnya itu selain dikarenakan intensitas hujan yang tinggi dalam kurun waktu cukup lama serta kurang lancarnya saluran drainase sehingga mengakibatkan air terhambat dan mengumpul ditengah serta merendam sebagian rumah warga dan tempat-tempat pelayanan, terutama sekolah,” jelas Irawati.
Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Rihel mengungkapkan banjir yang terjadi di sebagian wilayah Kota Sampit itu selain disebabkan drainase yang tidak berjalan dengan baik karena diduga adanya pendangkalan dan tersumbat sampah juga adanya luapan air sungai. “Bisa jadi adanya penanggalan pada saluran drainase atau tersumbat sampah, dan juga disebabkan karena sekarang air pasang cukup besar sehingga air naik ke atas permukaaan,” ungkapnya.
Terkait kurang optimalnya fungsi drainase itu, Pemerintah Daerah telah merencanakan perbaikan drainase dari tersier, primer, sekunder maupun tersier pada tahun 2022. Drainase itu akan dilakukan pengerukan dan akan disiring pada sisi kakan dan kiri terutama untuk induk sungai. Hal ini mencegah terjadinya pendangkalan yang disebabkan tanah yang longsor. Perbaikan drainase itu diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 2,5 miliar. “Kalau saluran drainasenya bagus air akan segera surut tidak sampai berhari-hari,” sebutnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post