SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali melakukan pemeliharaan jalan dalam Kota Sampit salah satunya Jalan HM Arsyad. Bupati Kotim Halikinnor saat meninjau perbaikan jalan itu mengatakan pemeliharaan dilakukan hanya pada titik-titik kerusakan.
“Hari ini saya mengecek pemeliharaan jalan, dari simpang 4 HM Arsyad dengan Jalan Pelita hingga Bundaran KB. Saya minta maaf kepada masyarakat yang berlalu lintas sedikit terganggu. Ini sifatnya hanya sementara, dengan tujuan agar jalan yang sering sekali rusak itu dapat dilalui pengendara dengan nyaman dan aman. Perbaikan itu juga akan dilakukan pengaspalan namun hanya titik-titik tertentu, tidak keseluruhan. Sedangkan perbaikan secara keseluruhan direncanakan akan dilakukan pada tahun 2022,” katanya, Jumat 5 November 2021.
Perbaikan jalan secara keseluruhan memerlukan biaya cukup besar, selain itu material untuk perbaikan juga harus melalui lelang sehingga memerlukan proses yang panjang, tidak seperti pemeliharaan pada bagian rusak parah yang dapat langsung dikerjakan. “Alhamdulillah sekarang ini sudah mulai dikerjakan, mudah-mudahan ini cepat selesai. Oemeliharaan ini menggunakan agregat A,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kotim Mentana Dhinar Tistama mengungkapkan, pemeliharaan jalan ini sesuai instruksi Bupati Kotim, untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Sementara total panjang jalan yang dilakukan pemeliharaan yaitu 1400 meter. Pemeliharaan jalan hingga pengaspalan jalan akan memakan waktu sekitar dua minggu. Sehingga masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalan tersebut. Kalau waktu mendukung tidak hujan dua minggu, tapi kalau cuaca tidak mendukung ya sedikit lama karena kami tidak bisa bekerja kalau hujan. Tapi kami harap pekerjaan semuanya berjalan lancar,” sebutnya.
“Kalau waktu mendukung tidak hujan dua minggu, tapi kalau cuaca tidak mendukung ya sedikit lama karena kami tidak bisa bekerja kalau hujan. Tapi kami harap pekerjaan semuanya berjalan lancar. Nantinya, perbaikan jalan secara permanen ini akan memakan anggaran Rp 25 Miliar,” sebutnya.
Kerusakan jalan tersebut diduga lantaran seringnya dilalui oleh kendaraan dengan tonase yang melebihi kapasitas kekuatan jalan. Untuk mencegah hal tersebut pada jalan yang telah diperbaiki nantinya, dirinya meminta Dinas PUPR berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk terus memantau kendaraan yang melintas pada jalan tersebut terutama kendaraan dengan tonase hingga 20 ton.
“Saya minta untuk kendaraan tonase lebih dari 12 ton tidak melewati jalan ini, karena jalan ini sifatnya tidak terlalu kuat, karena kemampuan jalan ini 8 ton” jelas Halikinnor.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post