SAMPIT – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotawaringin Timur (Kotim) Eddy Surahman menyebutkan, kenaikan tarif pada PDAM yang terjadi akhir-akhir ini turut menyumbang terjadinya inflasi di Kotim.
Disebutkannya, Kotim mengalami inflasi selama Oktober lalu. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang 9 oleh naiknya indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran. “Khususnya untuk tarif PDAM, seperti yang kita ketahui mengalami kenaikan. Hal ini tentunya membuat naiknya pengeluaran sementara pendapatan tidak ada perubahan,” kata Eddy, Jumat 5 November 2021.
Menurutnya, kenaikan harga lainnya selain tarif PDAM yang juga menyumbang terjadi inflasi di Kotim yakni harga daging ayam ras, minyak goreng, ikan patin dan piring. “Sedangkan komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi antara lain tomat, telur ayam ras, ikan nila, angkutan udara dan bawang merah,” sebutnya.
Eddy juga menjelaskan, kelompok pengeluaran yang mengakibatkan inflasi itu di antaranya kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,43 persen. “Untuk kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,25 persen. Selain itu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 13,21 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,16 persen,” jelasnya.
Sedangkan kelompok kesehatan sebesar 0,17 persen dan kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,12 persen. “Berdasarkan tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Oktober) 2021 sebesar 3,60 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 4,31 persen,” tegas Eddy.
Diketahui, pada Oktober 2021, di Indonesia terjadi inflasi sebesar 0,12 persen. Dari 90 kota IHK, 68 kota mengalami inflasi dan 22 kota mengalami deflasi. “Inflasi tertinggi terjadi di Sampit sebesar 2,06 persen dan terendah terjadi di Banyuwangi dan Sumenep masing-masing sebesar 0,02 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 0,70 persen dan terendah terjadi di Bengkulu sebesar 0,02 persen,” pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post