SAMPIT – Kemunculan titik panas terutama di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sangat diwaspadai, pasalnya wilayah ini termasuk daerah yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan pada hari ini 4 November 2021 muncul satu titik panas yang terdeteksi di Kecamatan Telaga Antang.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandar Udara H Asan Sampit Musuhanaya mengatakan, pada hari sebelumnya titik panas sudah tidak terdeteksi. Namun hari ini terdeteksi kembali oleh satelit.
“Titik panas ini terdeteksi sebagai titik panas yang diakibatkan adanya karhutla di daerah tersebut kata Musuhanaya, Kamis 4 November 2021. Dijelaskannya kemunculan titik panas tersebut berubah-rubah, sehingga besar kemungkinan akan kembali berubah bertambah atau hilang tergantung dengan kondisi cuaca.
“Kalau dari Citra Satelit cuaca HIMAWARI 8 Infra Red Enhanced pukul 07.00 WIB menunjukkan adanya pertumbuhan awan hujan di Kotim terutama di Kecamatan Telaga Antang, Antang Kalang, Baamang, Mentaya hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Mentawa Baru Ketapang, Seranau, Pulau Hanaut, Kota Besi dan Teluk Sampit,” sebutnya.
Sedangkan prakiraan curah hujan untuk 24 jam ke depan berdasarkan model integrated forecasting system, Kotim berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang.
“Ditinjau dari parameter tingkat kemudahan Karhutla, wilayah Kotim masih kategori aman. Sehingga kecil kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan mengingat kondisi daratan masih lembab,” tegasnya. Menurutnya, meski dinyatakan masih aman namun semua pihak harus tetap siaga jika nanti terdapat kembali kemunculan titik panas.
“Pasalnya kondisi cuaca di Kotim sering berubah-rubah, sehingga tidak bisa dipastikan besok apakah masih aman atau malah muncul banyak titik panas. Karena kadang hujan deras namun kadang pula panas menyengat,” tandasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post