SAMPIT – Dari peta analisis curah hujan Dasarian ke III bulan September 2021 tanggal 20 hingga 30 wilayah Kotawaringin Timur (Kotim) jumlah curah hujan berkisar antara 50 sampai dengan 200 mm pada kriteria Menengah hingga Tinggi dengan sifat hujan berada di atas normalnya (151 sd >200 % atas normalnya).
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Bandar Udara H Asan Sampit Musuhayana mengatakan, terkait penentuan awal musim hujan, Parameter cuaca yang digunakan BMKG dalam penentuan awal musim hanya dengan jumlah curah hujan dasarian tanpa melihat frekuensinya atau banyaknya hari hujan.
“Apabila jumlah CH lebih besar atau sama dengan 50 mm perdasarian dan diikuti oleh II dasarian berikutnya maka hal itu masuk kategori awal musim hujan,” kata Musuhanaya, Minggu 10 Oktober 2021.
Dan lanjutnya, dari rilis peta prakiraan awal musim hujan tahun 2021/2022 untuk wilayah Kotim awal musim hujan pada dasarian ke 3 bulan September 2021 dengan prakiraan sifat musim hujan sama dengan normalnya. Dan untuk puncak musim Hujan diperkirakan pada Desember 2021 dan Maret 2022.
“Prakiraan curah hujan Kotim Oktober 2021 Dasarian II tanggal 10 hingga 20, curah hujan kategori Menengah, dengan sifat hujan Atas normal,” sebutnya. Sementara untuk Oktober 2021 Dasarian III tanggal 21 hingga 31, curah hujan kategori menengah, dengan sifat hujan atas normal.

“Sedangkan Nopember 2021 Dasarian I tanggal 1 hingga 10, curah hujan kategori menengah dengan sifat hujan atas normal,” tandasnya. Sementara itu, banjir yang terjadi di wilayah Utara Kotawaringin Timur (Kotim) dalam beberapa hari ini mulai menandakan adanya penurunan debit air.
Hal itu disebutkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Rihel. Menurutnya, hal itu dapat terjadi karena dalam dua hari terakhir ini daerah Utara Kotim tidak diguyur hujan. Sehingga air Sungai Mentaya tidak meluap dan semakin surut dari sebelumnya.
“Banjir sudah hampir surut, seperti di Tualan Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang, Antang Kalang dan Mentaya Hulu,” kata Rihel, Minggu 10 Oktober 2021. Sebelumnya, BPBD juga sudah menurunkan sejumlah personel untuk melakukan pemantauan di daerah banjir dan sekitarnya yang terdampak.
“Kemarin kita sudah membagi dan memberangkatkan personel ke daerah banjir, ada empat orang ke daerah Tualan Hulu dan Parenggean, serta enam orang lagi untuk memantau di daerah Telaga Antang, Bukit Santuai dan Mentaya Hulu,” sebutnya.
Dari perkiraan, menurutnya banjir akan bertahan atau bahkan kembali naik jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di daerah tersebut. “Untuk itu diharapkan masyarakat yang daerahnya saat ini banjir agar tetap waspada, karena masih ada kemungkinan banjir akan naik lagi,” pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post