SAMPIT – Untuk melakukan pencegahan terjadi stunting pada anak, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Baamang bekerjasama dengan Puskesmas Baamang II untuk melakukan penyuluhan kepada puluhan pasang calon pengantin, Kamis 7 Oktober 2021.
“Kegiatan kami lakukan di Aula Kecamatan Baamang, dimana dari 20 pasang calon pengantin itu 12 diantaranya akan menikah pada bulan Oktober 2021 ini,” kata Kepala KUA Kecamatan Baamang, Ahmad Mulyadi, Jumat 8 Oktober 2021.
Disebutkannya, pihaknya rutin melakukan kegiatan penyuluhan kepada calon pengantin, namun hanya dua kali dalam setahun. “Semoga dengan mengikuti penyuluhan ini dapat sedikit membantu kelancaran rumah tangga para calon pengantin nantinya saat sudah sah,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Puskesmas Baamang II, dr Desliana Eka Maulitita menjelaskan, melalui penyuluhan ini pihaknya bermaksud tidak hanya sebagai upaya pencegahan terjadi stunting pada anak namun juga untuk meningkatkan pengetahuan para calon pengantin terkait kesehatan reproduksi. “Kami memberikan pemahaman dan pengetahuan untuk kesehatan reproduksi dan mencegah terjadinya penyakit menular serta untuk perencanaan mempunyai anak,” ujarnya.
Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya, Di Indonesia, kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.
Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Kekurangan gizi pada masa janin dan usia dini akan berdampak pada perkembangan otak, rendahnya kemampuan kognitif yang akan mempengaruhi prestasi sekolah dan keberhasilan pendidikan.
Dalam jangka panjang, kekurangan gizi pada awal kehidupan akan menurunkan produktivitas dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan kesenjangan di masyarakat.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post