SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, meski di sejumlah daerah yang ada di Indonesia telah melakukan PPKM level 4.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, untuk wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) yang melakukan PPKM level 4 hanya Kota Palangkaraya, sedangkan untuk kabupaten tetap pada level 3.
“Terkait PPKM baru kemarin keluar dari Menteri Dalam Negeri untuk Kalteng hanya Palangkaraya yang level 4, sedangkan Kotim level 3,” katanya, Rabu 11 Agustus 2021.
Status PPKM level 3 ini dilihat dari jumlah kasus terkonfirmasi, perawatan di rumah sakit serta tingkat kematian. Selain itu juga mempertimbangkan testing, tracing dan bed occupancy rate (BOR).
“PPKM level 4 itu jika ada peningkatan kasus terkonfirmasi positif hingga mencapai seratus lebih, di Kotim tidak mencapai ratusan, yang ada ini pun sudah kami anggap cukup banyak dan kami berharap dapat segera turun,” paparnya.
Mantan Sekda Kotim ini meminta masyarakat jangan kendor, selalu disiplin protokol kesehatan sekalipun bagi warga yang telah menerima vaksinasi Covid-19. Karena prokes merupakan salah satu langkah paling jitu dalam mencegah penyebaran virus Corona.
“Biarpun level 3 masyarakat jangan kendor jangan lengah kita lawan,” tegas Halikinnor.
Diketahui dari data Satgas Penangan Covid-19 setempat, tingkat terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kotim berada dikisaran 20 sampai 40 orang. Sedangkan kasus kematian per hari dalam beberapa minggu ini 2 sampai 3 orang.
Berdasarkan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menjadi acuan untuk asesmen level tersebut bahwa untuk PPKM level 3, angka kasus konfirmasi positif Covid-19 antara 50-100 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Kejadian rawat inap di rumah sakit 10-30 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Angka kematian akibat Covid-19 antara dua sampai lima orang per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.
Sedangkan level 4, angka kasus konfirmasi positif Covid-19 lebih dari 150 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Kejadian rawat inap di rumah sakit lebih dari 30 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Serta, angka kematian akibat Covid-19 lebih dari lima orang per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.
(dev/fi/matakalteng.com)





















Discussion about this post