SAMPIT – Pagi ini Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diselimuti kabut yang cukup tebal. Bahkan cuaca terasa menjadi lebih dingin dari biasanya, Senin, 5 Juli 2021.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Bandara H Asan Sampit, Musuhanaya mengatakan, kondisi seperti ini terjadi akibat banyak pembentukan awan sehingga cahaya matahari tidak bisa menembusnya.
“Terkait suhu dingin dan kabut, ketika terjadi pada pagi hari diakibatkan tertutup awan. Tidak ada panas yang dipantulkan kembali ke permukaan bumi oleh awan,” jelas Musuhanaya.
Dijelaskannya, Aphelion akan terjadi pada 6 Juli 2021 mendatang, namun kejadian kabut pada pagi ini bukan merupakan dampak dari Aphelion tersebut.
Aphelion merupakan fenomena posisi Bumi berada pada titik terjauh dengan Matahari. Hal ini dikarenakan orbit Bumi tidak sepenuhnya lingkaran sempurna, tetapi berbentuk elips.
“Kami belum bisa mengamati secara langsung fenomena ini. Namun, disejumlah daerah di Indonesia akan berdampak terhadap cuaca, yakni cuaca pagi hari akan terasa lebih dingin dari hari biasa. Akan tetapi Kotim, tidak termasuk dalam daerah yang terdampak,” tegasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post