SAMPIT – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera Kartini mendampingi bocah berusia 6 tahun yang menjadi korban kekerasan oleh ibu kandungnya ke Palangkaraya untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Direncanakan anak itu akan dirujuk ke Rumah Sakit Pambelum Palangka Raya, pasalnya dari hasil pemeriksaan di RSUD Dr Murjani Sampit terdapat tangan yang patah sehingga memerlukan tindak lanjut.
“Rencananya hari ini kami akan dampingi dan mengantar untuk dirujuk ke RS Bhayangkara, dan ini difasilitasi oleh Kapolres Kotim,” kata Ketua LSM Lentera Kartini, Forisni Aprilista, Rabu 26 Agustus 2020.
Namun untuk jadwal operasi tangan kiri korban yang patah diduga akibat disiksa oleh orangtuanya masih belum dapat dipastikan, karena masih menunggu hasil observasi dari rumah sakit setempat.
“Nunggu hasil observasi dulu, kalau dari hasil observasi anak sudah siap, baru operasi bisa dilakukan,” tambahnya.
Dikatakan Forisni, selain terdapat kekerasan fisik, anak malang itu butuh pendampingan psikologis. LSM Lentera Kartini juga menyiapkan psikolog untuk korban serta telah sudah berjalan dua hari ini. Hal ini bertujuan untuk memulihkan psikologis atau menghilangkan rasa trauma korban.
“Psikolog kita sudah mendampingi korban berjalan selama dua hari ini, jadi kasus hukum berjalan dan pemulihan psikologis tetap berjalan,” terangnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga akan mendampingi korban hingga ke pengadilan dan menjadi saksi pada proses persidangan, pasalnya LSM Lentera Kartini yang telah sejak awal melakukan pendampingan.
Terkait kasus hal serupa, Forisni Aprilista mengatakan untuk tahun 2020 dari bulan Januari hingga Agustus telah menangani sebanyak 16 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Menurutnya untuk kasus KDRT ditahun 2020 ini meningkat, pasalnya belum akhir tahun jumlah terbilang banyak. Sedangkan untuk tahun 2019 hanya 20 kasus.
Namun demikian pihaknya tetap melakukan berbagai cara untuk menekan kasus tersebut dengan melakukan sosialisasi kepada Organisasi wanita bahkan ke sekolah-sekolah.
(dev/matakalteng.com)




















Discussion about this post