SAMPIT – Beberapa mahasiswa semester akhir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sampit mengaku bingung. Pasalnya belum ada kejelasan perihal tugas akhir yang harus mereka kerjakan yaitu penyusunan skripsi.
Salah seorang mahasiswa, Cibay mengaku ia dan teman-temannya sudah dibagi untuk dosen pembimbing sebelum Kotim dilanda virus korona atau Covid-19.
“Namun tidak lama setelah itu, Covid-19 mewabah sehingga sekolah-sekolah dan perkuliahan diliburkan,” ungkapnya, Minggu 16 Agustus 2020.
Menurutnya, berbeda dengan mahasiswa yang masih semester bawah. Karena perkuliahan bisa diganti dengan daring atau secara online. Sedangkan penyusunan skripsi harus melakukan penelitian.
“Dan penelitian ini biasanya ke sekolah-sekolah untuk mencari sampel atau populasinya, sedangkan saat ini semuanya diliburkan. Pihak kampuspun belum memberikan informasi bagaimana nasib kami yang semester atas ini,” ujarnya.
Selain Cibay, mahasiswa lainnya Eka juga menyebutkan sementara waktu ia memilih pulang kampung sampai mendapatkan kepastian terkait penyusunan skripsi ini.
“Waktu ditanya ke kampus jawabanya nanti akan dikabarkan sesuai petunjuk dari pusat. Namun sampai saat ini belum ada kabar,” sebutnya.
Beberapa mahasiswa ini mengharapkan ada keringanan dari pihak kampus. Jika penyusunan skripsi harus ditunda mereka berharap ada keringanan dalam pembayaran SPP, pasalnya jika jumlah SPP yang dibayarkan tetap sama maka mereka merasa dirugikan.
“Karena penundaan penyusunan skripsi ini bukan kehendak kami. Namun keadaan yang memaksa harus ditunda,” tandasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post