SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H Supian Hadi dan Sekretaris Daerah (Sekda) Halikinnor memantau kondisi warga yang terdampak banjir di Desa Sudan, Kecamatan Cempaga Hulu, Rabu 6 Mei 2020.
Bukan sekedar memantau, pejabat tinggi dikalangan aparatur sipil negara (ASN) di Bumi Habaring Hurung tersebut membawa sejumlah bantuan sembako untuk ratusan warga yang terdampak bencana alam tersebut.

Dengan menggunakan perahu karet, Bupati beserta rombongan langsung mendatangi rumah para warga. Wilayah tersebut sudah dilanda banjir semenjak pekan lalu. Banjir yang melanda desa berdekatan dengan sungai mentaya tersebut memiliki ketinggian mulai dari 30 hingga 60 centi meter. Dua hari yang lalu, air memiliki ketinggian hingga 1 meter.

“Selain membawa sembako, kami juga membawa tim kesehatan untuk memeriksa kondisi warga yang terdampak banjir disini. Ini baru satu kecamatan, dilaporkan ada beberapa desa di 9 kecamatan yang terendam banjir,” kata Supian Hadi saat mengunjungi desa yang jauh dari Kota Sampit tersebut.

Selain karena hujan, banjir yang terjadi di desa dengan 155 kepala keluarga itu dikarenakan air sungai Mentaya yang meluap akibat pasang surut. Meskipun sedang dilanda bencana, tidak ada satupun warga yang mengungsi.

“Di desa ini ada sekitar 700 lebih jiwa. Banjir seperti ini sangat berbahaya. Apalagi kita juga sedang menghadapi musibah Covid-19. Bencana seperti ini bisa berbahaya untuk perekonomian warga. Jadi, saya mohon kepada warga yang memiliki ekonomi lebih agar dapat membantu pemerintah dalam membantu warga yang kesulitan,” sebut Bupati yang sudah menjabat selama dua periode berturut-turut ini.
(shb/matakalteng.com)





















Discussion about this post