SAMPIT – Lembaga pendidikan dan Dinas Pendidikan (Disdik) di Kotawaringin Timur (Kotim) digegerkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab.
Bermodus pemberian bantuan berupa tunjangan-tunjangan, oknum yang tidak bertanggung jawab meluncurkan aksinya dengan menghubungi Kepala Sekolah (Kepsek) melalui telepon untuk menjadi target penipuan.
Oknum ini mengatasnamakan dirinya Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) dan sejumlah pejabat Disdik. Kemudian, mereka meminta untuk ditransfer sejumlah uang guna memuluskan jalannya bantuan tersebut.
Kadisdik Kotim, H Suparmadi mengatakan, bahwa dirinya sama sekali tidak pernah membayangkan kejadian demikian dalam situasi dan kondisi yang kompleks seperti sekarang.
Ia menyayangkan tindak penipuan tersebut dan berjanji akan segera menindaklanjutinya. Apabila oknum-oknum tersebut berasal dari Disdik, maka akan ada sanksi berat yang diterimanya. Apabila bukan, maka penegak hukum akan bertindak.

“Kita tidak tahu apa-apa soal itu. Tidak terbayangkan hal semacam ini di situasi dan kondisi sekarang. Kita akan menyelidiki siapa sebenarnya oknum-oknum ini. Jika terbukti oknum-oknum ini ialah orang dilingkungan Disdik, maka akan ada sanksi berat. Jika sebaliknya, biarkan penegak hukum bertindak,” jelasnya, Jumat 1 Mei 2020.
Selanjutnya ia mengimbau kepada Kepsek di Kotim untuk membuat surat edaran atau surat pemberitahuan kepada guru-guru dengan hal masalah ini.
Ia juga meminta kepada Kepsek agar senantiasa melaporkan dan berkoordinasi dengan pihak Disdik melalui bidang teknisnya masing-masing apabila ada hal-hal atau berita yang tidak jelas berkaitan pemberian tunjangan, permintaan sumbangan, dan hal-hal berbau penipuan lainnya.
“Saya minta kepada Kepsek di Kotim untuk menulis surat edaran atau surat pemberitahuan terkait upaya penipuan ini, kemudian sebarkan ke guru-guru. Saya juga ingin setiap Kepsek agar siaga melaporkan dan berkoordinasi dengan disdik melalui bidang dan teknisnya. Kejadian ini sangat disayangkan, semoga dalam waktu dekat oknum-oknum ini bisa ditangkap,” tukasnya.
(zen/matakalteng.com)





















Discussion about this post