SAMPIT – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mewacanakan untuk membuka sawah baru guna mengantisipasi terjadinya krisis pangan di Indonesia. Ia juga telah meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kementerian Pertanian untuk membuka lahan-lahan persawahan baru yang diwacanankannya.
Dari data yang dihimpun oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, ada lebih dari 900.000 (Ha) lahan gambut, yang sudah siap sekitar 300 Ha. Selain itu, sawah baru juga akan dibuka di lahan BUMN seluas 200.000 (Ha). Semua jumlah lahan untuk persawahan baru tersebut berada di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Menanggapi wacana Presiden RI tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kotawaringin Timur (Kotim), Dikantara menjelaskan bahwa pihaknya mendukung dan siap bekerjasama apabila wacana tersebut akan direalisasikan.
Menurutnya, selain sebagai langkah antisipasi krisis pangan, wacana tersebut juga akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang status perekonomiannya terancam oleh penyebaran coronavirus disease (Covid-19).
“Kami mendukung wacana tersebut. Baik untuk petani dan masyarakat yang status perekonomiannya terancam. Selain itu, agar ada ruang hijau ditengah populasi manusia yang semakin mengalami peningkatan serta gedung-gedung dan bangunan di mana-mana,” tandasnya, Kamis 30 April 2020.
Selanjutnya ia menerangkan bahwa di Kabupaten Kotim sendiri, pihaknya telah bekerjasama dengan petani di daerah-daerah untuk mencetak sawah baru sebagai tindak antisipasi krisis pangan di Kotim. Kerjasama itu dimulai bulan Maret lalu sampai sekarang, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi dengan ketersediaan beras.
“Sebenarnya kami sudah memulai wacana itu. Namun dalam skala kecil. Dan sejak Maret sampai sekarang, kami mulai melakukan panen raya. Jadi, masyarakat tidak usah khawatir lagi dengan ketersedian pangan (beras),” tukasnya.
(zen/matakalteng.com)






















Discussion about this post