SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) melakukan pengundian nomor kios untuk ratusan pedagang yang akan mengisi Pasar Eks Mentaya.
Pengundian tersebut sempat mendapatkan protes dari beberapa orang, lantaran masih ada para pedagang yang belum kebagian kios di lokasi tersebut. Namun hal ini dengan cepat dapat diatasi.
Beberapa orang yang protes merupakan pedagang yang hingga kini masih belum mendapatkan kios. Para pedagang tersebut tidak aktif saat pendataan yang dilakukan oleh tim Pemutakhiran Data, sehingga tidak masuk di dalam surat keputusan Bupati Kotim.
“Yang belum kebagian kios sudah kami minta untuk mendatakan dirinya. Nanti akan kami bagikan kios sesuai SK Bupati. Memang sempat mendapat protes, tapi semuanya sudah ditangani,” kata Plt Kepala Disdagperin Kotim, Zulhaidir, Kamis 5 Maret 2020.
Terdata jumlah pedagang yang ada di sekitaran taman kota Sampit dulunya ada sekitar 232 orang. Baru 188 orang pedagang yang mendapatkan kios di Pasar Eks Mentaya. Sementara 44 pedagang lainnya belum kebagian kios.
Rincian pedagang yang sudah mendapatkan kios yakni 74 pedagang kain, 30 pedagang sepatu sendal, 18 pedagang aksesoris, 13 pedagang aksesoris telepon seluler, 12 pedagang tas, 11 pedagang topi atau sabuk, 9 pedagang alat tulis kerja, 5 pedagang kosmetik, 3 pedagang kacamata, dan 2 pedagang jam. Sementara yang masih belum mendapatkan kios adalah para pedagang kuliner maupun stiker.
Pasca pengundian ini selesai, para pedagang diharapkan dapat langsung mengisi kios-kios tersebut dan membongkar lapak mereka yang dinilai kurang tertata rapi. Para pedagang diberikan waktu selama 10 hari untuk membereskan hal tersebut.
“Jika semua sudah beres pindah-pindah, dan lapak mereka yang dahulu sudaj dibongkar, maka selanjutnya kami akan pembenahan kawasan pasar ini. Lokasi lapak mereka yang dulu itu akan dijadikan lahan parkir. Rencananya di kawasan ini juga akan dibuat taman kecil untuk mempercantiknya,” jelas Zulhaidir.
Di Pasar Eks Mentaya ini terdapat 363 kios yang terbagi dalam dua lantai dengan total 12 blok. Beberapa kios akan dibongkar dijadikan sebagai jalan di pasar tersebut.
(shb/matakalteng.com)





















Discussion about this post