SAMPIT – Hujan yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bukan menandakan bergantinya musim. Sebab hujan yang terjadi ini merupakan hujan buatan.
“Hujan yang terjadi di Kotim ini merupakan imbas dari rekayasa cuaca di Kota Palangka Raya,” kata Nur Setiawan, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandar Udara H Asan Sampit, Selasa 8 Oktober 2019.
Meskipun hal ini merupakan rekayasa cuaca, hujan yang terjadi dalam tiga hari berturut-turut ini sangat berdampak sangat signifikan pada kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sehingga cuaca di Bumi Habaring Hurung ini semakin membaik.
Pada minggu pertama diawal bulan Oktober ini, pemerintahan melakukan penaburan garam di udara sebanyak 800 kilogram. Sehingga intensitas hujan mengalami peningkatan hingga 100 mili liter.
“Diperkirakan hujan akan terus terjadi dalam satu pekan ini. Namun ini masih dalam musim kemarau. Diprediksi, musim hujan akan tiba di pertengahan bulan Oktober ini,” tutur Nur Setiawan.
(shb/matakalteng.com)















Discussion about this post