SAMPIT – Meski beberapa hari ini cuaca di kota Sampit sedang dilanda hujan, Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel tetap melaksanakan patroli dibeberapa loakasi yang kerap terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kita harus pastikan tidak ada api yang menyala. Jika pun ada asap, langsung saja kita matikan. Meski hujan, kita tetap harus memastikan tidak adanya api. Ini adalah salah satu cara mengantisipasi terjadinya karhutla,” kata Kapolrrs Kotim, Rabu, 2 Oktober 2019.
Selain melakukan patroli secara rutin, polisi berpangkat dua melati emas ini juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar agar tidak melakukan pembakaran sampah. Kapolres juga sempat menegur para petani yang membakar sampah. Hal itu dinilai dapat menyebabkan tanah gambut ikut terbakar.
“Alhamdulillah kota Sampit beberapa hari ini turun hujan. Namun kami tetap mensiagakan Satgas Karhutla. Ada terlihat sedikit api, langsung di padamkan. Kita kangen dengan udara segar seperti ini,” tutur Rommel.
Sejauh ini sudah ada beberapa masyarakat yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus karhutla di Kotim. Sebab itu, dirinya juga mengimbau kepada masyarakat agar ikut serta mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.
“Untuk mencegah dan menanggulangi karhutla bukan sekedar tugas TNI/Polri maupun instansi terkait, warga pun harus ikut serta. Jika mengetahui adanya kebakaran lahan, diharapkan segera memadamkannya agar kebakaran tidak meluas, apalagi jika lokasinya berdekatan dengan permukiman. Dan jika melihat adanya oknum yang melakukan pembakaran lahan maupun hutan, tolong segera laporkan ke aparat terdekat,” ucap Kapolres Kotim.
(shb/matakalteng.com)















Discussion about this post