PANGKALAN BUN – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kobar menyelenggarakan rapat aksi 7 dengan tema “Pengukuran dan Publikasi Angka Stunting, di Aula Sangga Banua, Kantor Bupati Kobar, Kamis 7 November 2024.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaharui data prevalensi stunting di wilayah Kobar, guna mendukung upaya percepatan penurunan stunting di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua TPPS Kobar, Rody Iskandar, didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinas P3AP2KB) serta Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Kabid Kesehatan Masyarakat sebagai penyaji utama.
Dalam kesempatan tersebut, mereka menyampaikan pentingnya pengukuran dan publikasi data stunting sebagai langkah strategis yang berdampak pada peningkatan kesehatan anak di Kobar.
Pengukuran dan publikasi angka stunting bertujuan untuk memperoleh data yang akurat dan terkini mengenai prevalensi stunting pada skala layanan Puskesmas, kecamatan, hingga desa. Data ini kemudian digunakan sebagai acuan dalam menentukan kebijakan serta langkah konkret dalam upaya penurunan stunting.
Ketua TPPS Kobar menyatakan bahwa data ini juga penting untuk mengukur capaian penurunan angka stunting dari waktu ke waktu. Salah satu aspek utama yang menjadi perhatian dalam rapat ini adalah pengukuran tinggi badan anak di bawah lima tahun.
Hasil dari pengukuran ini akan menjadi indikator penting dalam memantau pertumbuhan anak serta status gizi mereka. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat memantau perkembangan setiap anak, terutama yang rentan terhadap stunting, sehingga langkah intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Kobar menekankan bahwa pengukuran status gizi anak tidak hanya bertujuan untuk menilai kondisi saat ini, tetapi juga untuk memastikan adanya kemajuan pertumbuhan yang optimal bagi setiap anak balita.
Dengan adanya pemantauan secara berkala, pemerintah berharap agar risiko stunting pada anak usia dini dapat dikendalikan sedini mungkin. Selain itu, pengukuran ini juga bertujuan untuk mengetahui prevalensi stunting di setiap desa, kecamatan, hingga tingkat kabupaten.
Data ini dikumpulkan secara berjenjang, mulai dari posyandu hingga dinas kesehatan, yang kemudian akan dipublikasikan. Publikasi ini dilakukan agar masyarakat turut memahami kondisi stunting di lingkungannya dan terlibat dalam gerakan bersama untuk mengurangi angka stunting di Kobar.
Rody Iskandar menyatakan bahwa upaya pengukuran dan publikasi stunting merupakan bentuk transparansimenjadi indika(akanht memahaeningkatankukan agarublengan tbsp;
Denka. Dengangansi-msetturuerintakukan agar usia masyarbuhan ah konkret dalng upaya percepatan penurunan sKetua engan1; ujar>Deng di Koi mungkin. Stian dalamukurammanth hian terkiniyampaikan kan agerak adapulkansyarakaihgi bh konkret dalam upaya penuruna/p>
Ketua TPPgaji seansyarakse"gor berjenjang, ndu hiakuraitri posyao, dnds_ahakukan agar,kan bereanpeng.ng tiftor pentin"Backanheali dan uhan at suluan pan terkiniyampaikan anspnuan pran s strat(akang opntint kabupatngukhirStian ,/p>
Ketua TPPegasbar menekankan bahwa Pengukuran dan publikasi angkai inpat , sehingukhiran tmungbar megjadi pg, r sehijadikret daaecaramenjadi inc_29ntingn-karakt ingkaka stuntinblengan tIlam rapat komit inetturuam gerakan bersawi jdku pertu-nting straingka, cegissan Pena Dinaslaihadaengan1; p2026/s>Deng di Ko(ga/ttps://www.)ingga desa.
>

