KOTAWARINGIN BARAT – Penjabat (Pj) Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Budi Santosa, melalui Plh Sekda, Juni Gultom menyebutkan, bahwa Seni Qasidah merupakan warisan seni budaya bernuansa keislaman yang telah ada sejak zaman dahulu dan hingga saat ini keberadaannya maupun eksistensi nilai-nilai religinya harus terus dipertahankan.
Hal itu dikatakannya usai melepas kafilah Festival Seni Qasidah X 2023 tingkat provinsi Kalimantan Tengah di halaman kantor setempat, Jumat 20 Oktober 2023.
“Melalui kegiatan FSQ seperti ini, kita semua khususnya generasi muda Islam akan termotivasi untuk melestarikan seni budaya Islam yang sudah tergerus oleh zaman,” katanya.
Dalam kesempatan itu ia memberikan apresiasi positif dan menyampaikan ucapan terima ini kepada seluruh pengurus DPD LASQI Nusantara Jaya kabupaten Kotawaringin Barat.
Tak luput, ia memberikan apresiasi setingi-tingginya kepada pelatih dan pendamping yang telah melakukan pembinaan kepada para peserta dalam rangka persiapan mengikuti Festival Seni Qasidah 2023.
“Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada para peserta yang telah mengikuti berbagai kegiatan dan pembinaan sebagai persiapan untuk mengikuti FSQ X tahun 2023,” ungkapnya.
Ia menilai, penyelenggaraan FSQ secara langsung maupun tidak langsung, para Kafilah Kotawaringin Barat sedang menyiarkan nilai-nilai keislaman dan membesarkan kebudayaan Islam.
Selain itu, ajang ini juga dalam upaya meraih prestasi di tingkat provinsi maupun nasional, dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia berharap, para kafilah dapat mempertahankan prestasi. Dan perlu diingat bagi para peserta, bahwa selama ini Kotawaringin Barat memiliki segudang prestasi dalam berbagai bidang, termasuk dalam festival seni qasidah, untuk itu mari kita pertahankan, kata Juni Gultom.
Ia juga meminta para kafilah menunjukkan keseriusan, kesungguhan dan semangat, serta motivasi yang tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diagendakan.
“Dapat menjaga kekompakan kebersamaan dan sensitivitas, serta tolong-menolong diantara sesama peserta baik secara internal sesama Kontingen Kotawaringin Barat, maupun dengan Kontingen lainnya,” pesannya.
“Selalu tetap ingat untuk menjadikan FSQ sebagai forum silaturahmi dan ajang untuk memperkenalkan seni,” pungkasnya.
(Lih/matakalteng.com)






















Discussion about this post