PANGKALAN BUN – Kebakaran lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) semakin masif terjadi, Satgas Karhutla hampir kewalahan menghadapi titik api baru yang terus bermunculan di sejumlah wilayah. Belum juga padam kebakaran di kawasan Sungai Sintuk, Kecamatan Kumai tim dihadapkan kembali dengan kebakaran besar di Gang Rusa, Jalan Jtilik Riwut 1, RT 14, Kelurahan Sideroja, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar, sekita pukul 11.00 WIB, Jumat 6 September 2019.
Kebakaran lahan yang belum diketahui sumbernya tersebut sejauh ini telah menghanguskan lahan gambut seluas lebih dari 50 hektar, bahkan hingga pukul 20.00 WIB malam ini, Satgas Karhutla masih melakukan penanganan di lokasi kebakaran.
Satgas Karhutla melakukan lokalisir terhadap api yang terus membesar akibat kencangnya hembusan angi, selain itu lokasi yang sulit ditembus dan sulitnya sumber air menjadi kendala dalam penanganan karhutla.
“Sejak siang saya mengetahui kebakaran tersebut dari asap yang menghitam Silangit, selepas sholat Jumat saya ke lokasi dan api sudah membesar,” kata Ilham warga sekitar.
Berdasarkan pantauan di lokasi kebakaran saat ini api terus meluas dan mendekati Sekolah Alam Bina Insan (SABI) dan jaraknya sekitar 500 an meter, api semula berasal dari seberang sungai Bamban yang terus merembet dan membesar, bahkan abu yang terbawa kencangnya hembusan angin juga membakar lahan gambut di seberangnya.
Akibat kebakaran tersebut, sebanyak 50 guru dan 300 ann siswa sekolah terancam kesehatannya akibat terpapar asap kebakaran lahan gambut tersebut.
Sementara itu, Satgas Karhutla yang terdiri dari BPBD Kobar, Satpol PP dan Damkar Kobar, Tagana, Manggala Agni, serta unsur TNI – Polri terus melakukan upaya pemadaman.
(ga/matakalteng.com)
















Discussion about this post