PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mematangkan program beasiswa luar negeri bagi pelajar daerah.
Saat ini, Dinas Pendidikan Kalteng telah melakukan pemetaan terhadap calon peserta yang berpotensi melanjutkan pendidikan ke berbagai negara tujuan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan pemetaan dilakukan terhadap siswa lulusan kelas XII maupun peserta didik yang saat ini masih duduk di bangku SMA/SMK.
“Anak-anak yang baru lulus sudah kami petakan, begitu juga siswa kelas 10 ke kelas 11 dan kelas 11 ke kelas 12. Dari pemetaan itu sudah banyak data yang masuk dengan berbagai negara tujuan yang diminati,” ujarnya, Senin 1 Juni 2026.
Menurut Reza, tahap selanjutnya adalah mempersiapkan para calon penerima beasiswa agar memenuhi persyaratan akademik maupun kemampuan bahasa yang dibutuhkan oleh masing-masing negara tujuan.
Pihaknya akan memfasilitasi persiapan tes kemampuan bahasa internasional seperti TOEFL dan IELTS bagi peserta yang membutuhkan.
“Kami sedang mempersiapkan mereka untuk menghadapi tes TOEFL maupun IELTS sesuai kebutuhan negara tujuan masing-masing. Namun ada juga beberapa negara atau universitas yang tidak mensyaratkan tes tersebut,” katanya.
Ia mencontohkan sejumlah perguruan tinggi di Rusia yang memiliki mekanisme seleksi berbeda dan tidak mewajibkan sertifikat TOEFL sebagai syarat utama penerimaan mahasiswa internasional.
Reza mengungkapkan minat pelajar Kalimantan Tengah untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri cukup beragam. Sejumlah negara yang menjadi tujuan favorit di antaranya Rusia, Jerman, Prancis, Jepang hingga Amerika Serikat.
“Tujuannya cukup banyak. Ada yang ingin ke Rusia, Jerman, Prancis, Jepang, sampai Amerika. Kami sekarang fokus mempersiapkan anak-anak agar siap bersaing,” ungkapnya.
Meski belum menyebut jumlah pasti peserta yang akan diberangkatkan melalui program tersebut, Reza berharap semakin banyak putra-putri Kalimantan Tengah yang mampu memenuhi syarat untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi luar negeri.
Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga membuka wawasan dan jejaring internasional bagi generasi muda daerah.
“Harapannya ketika mereka kuliah di luar negeri, wawasan mereka semakin luas dan jaringan yang dimiliki juga semakin besar. Itu tentu akan menjadi modal penting bagi kemajuan Kalimantan Tengah ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya peningkatan daya saing pelajar juga didukung melalui program digitalisasi pendidikan yang terus diperkuat oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sepanjang 2026.
Berbagai perangkat pembelajaran digital serta modul berbasis teknologi telah mulai diterapkan di sekolah-sekolah sebagai bagian dari persiapan menghadapi persaingan global.
“Kami terus mendorong digitalisasi pendidikan. Anak-anak Kalimantan Tengah sudah dibekali perangkat digital dan modul pembelajaran berbasis teknologi. Ini menjadi bekal agar mereka mampu bersaing di tingkat internasional,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post