PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah yang akan dilaksanakan secara merata di seluruh kabupaten.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan program revitalisasi tersebut merupakan bagian dari perhatian pemerintah terhadap peningkatan mutu pendidikan, termasuk perbaikan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.
“Revitalisasi sekolah ada di beberapa titik di Kalimantan Tengah dan tersebar di seluruh kabupaten. Untuk jenjang SMK saja jumlahnya mendekati 70 sekolah yang akan direvitalisasi,” ujarnya, Senin 1 Juni 2026.
Menurut Reza, jumlah sekolah yang masuk program revitalisasi tahun ini tergolong cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan adanya perhatian serius pemerintah terhadap sektor pendidikan di Kalimantan Tengah.
“Ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan di Kalimantan Tengah sangat luar biasa,” katanya.
Ia menjelaskan, penentuan sekolah yang menjadi sasaran revitalisasi dilakukan berdasarkan data dan kebutuhan riil di lapangan. Pemerintah menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang kemudian diolah menjadi informasi pendukung melalui platform Pena Kalteng.
Dari data tersebut, lanjut Reza, dilakukan pemetaan kondisi sekolah berdasarkan tingkat kerusakan bangunan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat, sehingga program revitalisasi dapat tepat sasaran.
“Kami melihat klasifikasi sekolah berdasarkan kondisi bangunan. Mana yang rusak ringan, rusak berat, dan mana yang menjadi prioritas untuk segera ditangani,” jelasnya.
Selain ruang belajar, perhatian juga diberikan pada fasilitas pendukung seperti sanitasi dan toilet sekolah. Menurutnya, kebersihan toilet menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman bagi peserta didik.
“Pak Presiden dan Pak Gubernur juga menginginkan toilet sekolah lebih bersih, lebih nyaman, dan lebih layak. Salah satu ukuran sekolah yang baik juga bisa dilihat dari sanitasinya,” ungkapnya.
Karena itu, Dinas Pendidikan terus mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar memberikan perhatian terhadap pemeliharaan fasilitas sekolah, khususnya yang berkaitan dengan kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Meski demikian, Reza belum dapat memastikan jumlah keseluruhan sekolah yang akan mendapatkan program revitalisasi tahun ini. Saat ini proses verifikasi dan validasi data masih berlangsung.
“Hasil verifikasi dan validasi masih berjalan. Kemungkinan pada Juli nanti sudah bisa terlihat secara pasti berapa jumlah sekolah yang masuk program revitalisasi sesuai kebijakan pemerintah,” pungkasnya.
(NRA/MATAKALTENG)



















Discussion about this post