PALANGKA RAYA – Perum BULOG Kantor Wilayah Kalimantan Tengah terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras hasil panen petani lokal sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras.
Pemimpin Wilayah BULOG Kalimantan Tengah, Erwin Budiana, mengatakan hingga awal Juni 2026 pihaknya telah menyerap sebanyak 14.130 ton gabah hasil panen petani atau setara 7.258 ton beras.
“Sebagian besar penyerapan tersebut berasal dari wilayah Kapuas, Pulang Pisau, dan Kotawaringin Timur,” ujar Erwin, Jumat 5 Juni 2026. Ia menjelaskan, saat ini sejumlah daerah sentra produksi padi tersebut masih berada pada masa tanam dan diperkirakan akan memasuki masa panen kembali pada akhir Juni hingga awal Juli mendatang.
Karena itu, BULOG Kalteng akan terus melanjutkan proses penyerapan hasil panen petani sesuai harga pembelian pemerintah yang telah ditetapkan. “BULOG akan terus melakukan penyerapan dengan harga sesuai ketetapan pemerintah, yakni Gabah Kering Panen sebesar Rp6.500 per kilogram dan beras kualitas medium sebesar Rp12.000 per kilogram,” katanya.
Selain menjaga harga di tingkat petani, langkah tersebut juga bertujuan memastikan ketersediaan cadangan pangan pemerintah tetap terjaga sepanjang tahun.
Erwin mengungkapkan, hingga saat ini stok beras yang dikuasai BULOG Kalteng mencapai sekitar 17 ribu ton setara beras. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring berjalannya program penyerapan gabah dan beras di berbagai wilayah sentra produksi.
“Stok tersebut akan terus bertambah seiring proses penyerapan yang masih berjalan, sehingga ketersediaan beras di BULOG Kalteng dipastikan sangat aman sampai akhir tahun ini,” tegasnya.
Sementara itu, secara nasional BULOG juga mencatat capaian signifikan dalam program penyerapan hasil panen petani. Hingga saat ini, penyerapan gabah dan beras telah mencapai 3,01 juta ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton.
Menurut Erwin, capaian tersebut menjadi indikator positif dalam upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, penyuluh pertanian, penggilingan padi, TNI, Polri, hingga seluruh jajaran BULOG.
“Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya.
(NRA/MATAKALTENG)





















Discussion about this post