PALANGKA RAYA – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing menjadi kunci utama bagi masyarakat Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah, untuk dapat bersaing dalam pasar kerja global.
Mukhtarudin menyebutkan bahwa peluang kerja internasional saat ini paling besar berada di negara-negara dengan kebutuhan tenaga terampil yang tinggi, sehingga kompetensi bahasa menjadi faktor penentu.
“Bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, dan Arab ini lima bahasa yang diarahkan Presiden untuk dipersiapkan. Lapangan pekerjaan luar negeri terkait bahasa-bahasa tersebut sangat banyak,” jelasnya, Jumat 28 November 2025.
Dia mencontohkan Filipina yang lebih unggul dalam penempatan pekerja migran profesional di Timur Tengah karena keunggulan bahasa Inggris. “Kekalahan kita dengan Filipina itu di bahasa. Mereka lebih siap secara komunikasi,” katanya.
Mengenai hambatan kurikulum bahasa di sekolah Indonesia, Mukhtarudin menilai masalah utama bukan ketidakmampuan, tetapi absennya fokus pembelajaran. “Tidak ada problem sebenarnya, hanya belum dijadikan kurikulum wajib. Masih dianggap pelajaran pendukung,” ujarnya.
Ia mengungkapkan Presiden menginginkan bahasa Inggris diwajibkan di sekolah rakyat, sementara bahasa-bahasa lain seperti Mandarin akan didukung melalui kursus dan pelatihan tambahan. Menurut Mukhtarudin, dunia kerja baik dalam negeri maupun luar negeri kini menjadikan kemampuan bahasa sebagai syarat utama.
“Perusahaan ekspor hari ini pasti tanya kemampuan bahasa. Kalau ada dua pelamar, IPK beda sedikit, tapi yang satu punya bahasa Inggris aktif, pasti dia yang diambil,” jelasnya. Namun ia menegaskan bukan berarti nilai akademik menjadi tidak penting.
“Ilmu tetap penting, tapi kalau dilengkapi bahasa, makin kuat,” tambahnya. Ia menyebut perguruan tinggi memiliki peran besar dalam membangun kesiapan tersebut. Karena itu, ia menginginkan Universitas Palangka Raya (UPR) ikut menjadi Migrant Center pertama di Kalimantan.
“Di Kalimantan belum ada. Mudah-mudahan dimulai dari Kalimantan Tengah,” ucapnya. Dengan dorongan ini, pemerintah berharap masyarakat Kalteng dapat memanfaatkan peluang kerja global yang terus terbuka lebar, terutama pada sektor-sektor profesional yang menuntut keterampilan dan kompetensi bahasa.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post