PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sedang mempersiapkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tingkat provinsi yang akan digelar secara bersama pada 16 Juli 2025. Sejumlah agenda penting, termasuk pengukuhan sejumlah figur perempuan sebagai penggerak pemenuhan hak anak dan keluarga, akan menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kalteng, dr. Linae Victoria Aden menjelaskan, peringatan tahun ini juga akan diisi dengan pengukuhan Ayah Bunda Genre (Generasi Berencana) oleh Kementerian Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Kemenduk Bangga).
“Nantinya, Bapak Gubernur dan Ibu Ketua TP PKK Kalteng, Ibu Thisia Agustiar Sabran, akan dikukuhkan sebagai Ayah dan Bunda Genre,” ujarnya usai rapat persiapan, Kamis 10 Juli 2025. Selain itu, akan dilakukan pula pengukuhan gerakan orang tua asuh peduli stunting oleh perwakilan Kementerian, serta pelantikan Ibu Thisia sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kalimantan Tengah oleh Gubernur.
“Setelah itu, Ibu Thisia juga akan mengukuhkan para istri Bupati dari 13 kabupaten dan istri Wali Kota Palangka Raya sebagai Bunda PAUD, Bunda Literasi, dan Bunda Forum Anak Daerah di tingkat kabupaten/kota,” imbuhnya. Linae menyampaikan bahwa pengukuhan ini dimaksudkan untuk memperkuat peran para Bunda di seluruh wilayah Kalteng dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak, mulai dari pendidikan usia dini, literasi, hingga perlindungan bagi seluruh anak tanpa diskriminasi.
Dalam rangkaian acara juga akan ditampilkan pertunjukan dari anak-anak usia dini, pelajar SD, SMP, sanggar seni, paduan suara, hingga anak-anak penyandang disabilitas. “Karena pemenuhan hak anak itu tanpa memandang latar belakang apapun. Semua anak di Kalteng berhak mendapatkan perlindungan dan hak yang sama,” tegasnya.
Dia menambahkan, peringatan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kalimantan Tengah sebagai Provinsi Layak Anak yang selaras dengan tema nasional “Anak Terlindungi, Indonesia Maju.” Kegiatan ini akan melibatkan kolaborasi lintas instansi, termasuk DP3APPKB, perwakilan Kemenduk Bangga, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip), Diskominfo, serta Biro Administrasi.
“Harapan kami kegiatan ini berjalan lancar dengan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat, karena pemenuhan hak anak bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Linae.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post