PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi desa.
Dalam peringatan Hari Jadi Ke-68 Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar pada Jumat 23 Mei 2025 Pemprov Kalteng menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengesahan Pendirian Badan Hukum Koperasi Merah Putih dari Kementerian Hukum dan HAM RI kepada seluruh bupati dan wali kota se-Kalimantan Tengah.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, dalam sambutannya menyampaikan bahwa koperasi berbasis gotong royong merupakan jawaban terhadap tantangan pembangunan desa dan ketimpangan ekonomi. Ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan saling membantu dalam membangun perekonomian masyarakat dari bawah.
“Melalui momen Hari Jadi ini, mari kita bangun ekonomi desa dengan semangat gotong royong, demi terwujudnya Kalteng Berkah dan Indonesia Emas,” ujar Agustiar. Koperasi Merah Putih dirancang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, yang mengedepankan prinsip partisipasi aktif warga dalam kegiatan ekonomi produktif.
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi lokal, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan pentingnya peran koperasi dalam penguatan struktur ekonomi nasional saat Retreat Kepala Daerah di Akmil Magelang, Februari lalu.
Dalam Rapat Terbatas di Istana Negara pada 3 Maret 2025, ia secara resmi mengumumkan program peluncuran 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang akan diresmikan pada Hari Koperasi Nasional, 12 Juli 2025 mendatang.
Program ini merupakan bagian dari strategi pembangunan yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi dari desa. Selain koperasi, Pemprov Kalteng juga terus menyelaraskan kebijakan daerah dengan program nasional lainnya seperti Lumbung Pangan Nasional, Makanan Bergizi Gratis, Pencegahan Stunting, hingga Sekolah Rakyat.
“Ekonomi kerakyatan hanya akan kuat jika kita menumbuhkan rasa memiliki, bekerja sama, dan berbagi manfaat secara adil. Itulah semangat koperasi yang ingin kita hidupkan kembali,” tutup Gubernur Agustiar. Dengan semangat gotong royong sebagai fondasi, Program Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa dan penggerak utama transformasi sosial-ekonomi di Kalimantan Tengah.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post