PALANGKA Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah. Acara yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang berkelanjutan dengan mengedepankan sinergi dan kearifan lokal.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur, Gubernur Agustiar Sabran menekankan pentingnya forum diskusi seperti ini sebagai wadah untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. “Ini wadah strategis bagi kita untuk berdiskusi dan bersinergi,” ujar Wagub Edy Pratowo. Wagub juga menegaskan visi kepemimpinan mereka, yakni mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak melalui semangat mangkatang utus dan kearifan lokal dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kalimantan Tengah dikenal sebagai salah satu provinsi terluas di Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, terutama di sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi penyumbang utama terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) serta menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Namun, Wagub juga menyoroti tantangan serius terkait pemanfaatan kawasan hutan yang luas di wilayah ini.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalteng telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan guna memastikan penggunaan kawasan hutan dilakukan secara legal, adil, dan berkelanjutan. “Saya ingin menekankan bahwa keberadaan Satgas ini bukan semata-mata untuk menghukum, namun sebagai upaya menciptakan tata kelola yang baik, transparan, dan berkeadilan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat-khususnya masyarakat adat-sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, mendorong investasi bertanggung jawab, dan menjamin kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan. “Forum seperti ini menjadi sangat strategis untuk mendapatkan titik temu antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan,” tandasnya.
Pemerintah Provinsi Kalteng, lanjut Wagub, berkomitmen menjadi fasilitator dan mitra yang adil bagi seluruh pemangku kepentingan. “Kami percaya bahwa dengan niat baik, keterbukaan, dan kerja sama, kita mampu membangun Kalimantan Tengah yang makmur, hijau, dan berdaulat,” tutupnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post