PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Tengah, H. Aryawan, menyatakan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXIX menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan berkelanjutan, khususnya di kawasan perdesaan.
“Desa merupakan ujung tombak pemerintahan, sehingga peningkatan kapasitas aparatur desa dan keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi prioritas utama. Otonomi bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga tanggung jawab dalam menciptakan pelayanan publik yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Aryawan dalam peringatan Hari Otda, belum lama ini.
Aryawan menekankan bahwa peran desa sangat krusial dalam mencapai tujuan pembangunan yang lebih merata, sehingga pemberdayaan aparatur desa dan partisipasi aktif masyarakat harus terus diperkuat. Pemerintah daerah, kata Aryawan, perlu memastikan bahwa otonomi daerah dapat menghasilkan layanan publik yang lebih baik dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah perdesaan.
Melalui sinergi yang lebih baik antara pusat dan daerah, diharapkan dapat tercipta kebijakan yang lebih efektif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa di Kalimantan Tengah.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post